Selasa Pagi, Hujan Abu Merapi Landa Klaten: Aktivitas Warga Masih Normal
Hujan abu vulkanik terjadi di beberapa wilayah Klaten yang berada pada lereng Gunung Merapi, Selasa (14/3/2023) pagi. Hujan abu tipis itu dipastikan tak sampai
Hujan abu vulkanik terjadi di beberapa wilayah Klaten yang berada pada lereng Gunung Merapi, Selasa (14/3/2023) pagi. Hujan abu tipis itu dipastikan tak sampai
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Selasa (14/3/2023) pukul 05.59 WIB. Sebagian dusun di Kalitengah Lor dan Kidul, Cangkringan, Sleman, dihujani abu.
Menghadapi erupsi Gunung Merapi, Dinas Sosial (Dinsos) DIY sampaikan ada 22 Kampung Siaga Bencana (KSB) dan 203 personil taruna siaga bencana (tagana) di Sleman
Guguran lava dan awan panas dilaporkan berpotensi terjadi di sektor selatan-barat daya dan tenggara gunung yang meliputi sejumlah lokasi.
Walau erupsi Merapi belum menacapai permukiman, sejumlah barak pengungsian telah disiapkan, khususnya di sisi selatan dan barat daya lereng Merapi
Kepolisian Resor (Polres) Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), menerjunkan mobil water cannon guna membersihkan sisa-sisa abu vulkanik dari Gunung Merapi
Pasca erupsi Gunung Merapi, Yogyakarta International Airport (YIA) terus memantau pergerakan angin dan sebaran abu vulkanik di area bandara.
Awan lentikular atau awan topi terlihat di Klaten, Jawa Tengah, Minggu (12/3/2023) sore setelah erupsi Gunung Merapi. Banyak yang mengaitkannya dengan bencana.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan sebanyak 60 kali awan panas guguran meluncur dari Gunung Merapi sejak Sab
Pakar iklim dan lingkungan dari UGM Emilya Nurjani, mengatakan cuaca panas menyengat tidak disebabkan erupsi Merapi meski debu hasil letusan memengaruhi cuaca.