Ini Sebaran Hujan Abu Dampak Erupsi Freatik Merapi
Hujan abu dari Gunung Merapi dari Gunung Merapi terjadi di wilayah Barat gunung api tersebut sebagai dampak letusan freatik yang terjadi pada Senin (21/5/2018) dini hari.
Hujan abu dari Gunung Merapi dari Gunung Merapi terjadi di wilayah Barat gunung api tersebut sebagai dampak letusan freatik yang terjadi pada Senin (21/5/2018) dini hari.
Dampak erupsi freatik Merapi pada Jumat (11/5/2018) pintu pendakian ke gunung berapi itu ditutup sementara.
Ketika warga di kaki Merapi tergopoh-gopoh mencari perlindungan, ada ratusan pendaki di punggung gunung.
Hujan abu yang merupakan dampak dari aktivitas Gunung Merapi sampai di wilayah Kulonprogo, antara lain Kalibawang, Samigaluh, Nanggulan, pada Jumat (11/5/2018). Kendati demikian, abu tipis tersebut tak sampai mengganggu aktivitas warga.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengimbau masyarakat tenang dalam menyikapi erupsi Gunung Merapi yang terjadi Jumat (11/5/2018).
Belasan orang pendaki mengalami luka-luka saat dievakusi turun dari gunung pascaletusan Merapi pada Jumat (11/5/2018).
Erupsi Gunung Merapi pada Jumat (11/5/2018) pagi dinilai mirip dengan erupsi pada 1997 lalu. Sekali erupsi setelah itu sudah tidak ada lagi susulan.
Letusan freatik Gunung Merapi yang terjadi Jumat pagi (11/5/2018) disebabkan karena adanya akumulasi gas. Letusan freatik, dalam kasus Gunung Merapi, tak berkaitan dan bukan penanda awal dari letusan magmatik, sehingga masyarakat tak perlu khawatir.
Erupsi Gunung Merapi jenis freatik pada Jumat (11/5/2018) membubarkan kegiatan penambangan di lereng gunung itu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengatakan erupsi Gunung Merapi yang terjadi Jumat (11/5/2018) mulai pukul 07.43 WIB merupakan erupsi bersifat freatik.