MUSIM KEKERINGAN : Pengelola Wisata di Bantul Beli Air Bersih
Pengeloa objek wisata di Bantul terpaksa membeli air bersih untuk menjamin kenyamanan wisatawan saat musim kekeringan seperti saat ini.
Pengeloa objek wisata di Bantul terpaksa membeli air bersih untuk menjamin kenyamanan wisatawan saat musim kekeringan seperti saat ini.
Beberapa Kecamatan di Bantul sangat berpotensi mengalami kekeringan, dua desa di antaranya telah meminta dropping air untuk kebutuhan warga sehari-hari. Kecamatan tersebut diantaranya adalah Dlingo, Pleret, Pundong, Pandak, Kasihan, Imogiri dan Piyungan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat hingga saat ini ada dua kecamatan yang mengajukan permintaan bantuan air bersih yakni Kecamatan Girisubo dan Paliyan. Saat ini kedua wilayah tersebut sudah mendapatkan bantuan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyebut sudah tiga desa di Bantul yang mengajukan untuk dikirim air bersih selama musim kemarau tahun ini. Ketiga desa tersebut adalah Desa Segoroyoso Pleret, Triharjo Pandak, dan Desa Terong Dlingo.
Aktivis Jejaring Rakyat Mandiri, Rino Caroko, meminta Pemkab Gunungkidul memperbaiki tata kelola pengelolaan air. Pasalnya, dari sisi potensi Bumi Handayani memiliki banyak sumber air yang berada di sungai bawah tanah. Sayangnya, hingga saat ini potensi tersebut belum dimanfaatkan dengan baik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat Kecamatan Girisubo menjadi wilayah pertama yang mengajukan permintaan bantuan air bersih. Diprediksi dalam kurun waktu lima bulan ke depan, wilayah yang mengajukan bantuan terus bertambah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul berencana menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat mulai akhir Mei. Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, seusai memimpin rapat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, Jumat (17/5/2019).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mulai melakukan pendataan terhadap daerah rawan kekeringan di musim kemarau tahun ini. Untuk pendataan akan dilakukan koordinasi dengan kecamatan, PDAM dan pamaskarta pada Jumat (17/5/2019).
Sebanyak enam kecamatan di Kulonprogo diprediksi berpotensi bencana kekeringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mulai mempersiapkan rencana penanganan krisis air pada musim kemarau tahun ini. Untuk bantuan, Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta.