Kekeringan Parah, Warga di Bogor Mandi Pakai Air Selokan
Kekeringan menimbulkan penderitaan bagi warga Bogor, Jawa Barat.
Kekeringan menimbulkan penderitaan bagi warga Bogor, Jawa Barat.
Krisis air bersih melanda Dusun Pringsurat, Desa Ngloro, Saptosari. Akibatnya sejumlah warga terpaksa menjual hewan ternak dan barang berharganya untuk membeli air.
Saat ini sendiri wilayah yang mengalami kekeringan masih ada di 54 desa yang berada di 11 Kecamatan. Ia mengatakan pendataan awal merupakan wilayah terdampak diambil skala luas.
nBencana kekeringan di Kabupaten Kulonprogo terus meluas. Bahkan sejak pekan kemarin, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.
<p>Beberapa wilayah di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda kekeringan ekstrem karena hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari.</p>
<p>&nbsp;</p><p>Mulai Rabu (1/8/2018), pintu air di Saluran Irigasi Induk Kalibawang kembali dibuka. Sebelumnya saluran ini ditutup sejak 15 Mei 2018 untuk perbaikan dan perawatan.</p>
<p>Air telaga Banteng di Dusun Ngricik, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop yang menjadi andalan warga sekitar saat musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan semakin menipis.</p>
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG DIY Djoko Budiyono mengatakan, beberapa daerah di Bantul seperti Imogiri, Jetis, Pajangan dan Pandak; Gunungkidul (Girisubo, Tajungsari dan Tepus); Kulonprogo (Galur, Lendah, Pengasih dan Temon), berpotensi mengalami kekeringan lebih dari 60 hari.
Ratusan hektare sawah di DIY mengalami kerusakan akibat kekeringan yang melanda provinsi ini selama beberapa bulan terakhir. Puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Agustus. Bahkan, di Kecamatan Srandakan hujan sudah tidak pernah turun sejak 92 hari lalu, dihitung per 20 Juli 2018.
Sejumlah masyarakat di sekitaran Telaga Sureng, di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu memanfaatkan telaga yang mulai mengering untuk bercocok tanam.