Duh, Penambahan Jam Operasional Pasar Beringharjo Ternyata Sia-Sia
Sekitar 10 hari setelah jam operasional ditambah, para pedagang mulai enggan membuka lapak hingga malam hari.
Sekitar 10 hari setelah jam operasional ditambah, para pedagang mulai enggan membuka lapak hingga malam hari.
Saat ini, masyarakat masih berpendapat bahwa semua pasar tradisional itu sama. Padahal, setiap pasar tradisional sebenarnya memiliki keunikan dan karakter masing-masing
Sejak diresmikan pada 11 April lalu, Pasar Beringharjo yang buka hingga malam dinilai berhasil meningkatkan penghasilan bagi sebagian pedagang. Namun, minimnya infrastruktur khususnya penerangan masih dikeluhkan.
Kebiasaan masyarakat untuk membeli pakaian baru menjelang Lebaran memberikan keuntungan tersendiri bagi para pedagang pakaian.
Kondisi pasar yang ramai menjelang Lebaran menjadi surga bagi para pencopet.
Pemkot Jogja resmi membuka Pasar Rakyat Menyambut Lebaran 2018 yang akan diselenggarakan mulai hari ini, Selasa-Rabu (5-6/6/2018). Kegiatan ini merupakan upaya Pemkot Jogja dalam rangka memfasilitasi dan memajukan UMKM milik kecamatan se-Jogja.
Kegiatan jual beli di pasar Beringharjo kini bisa dilakukan sampai malam. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengamanan ekstra agar tidak terjadi pencopetan yang lebih rawan terjadi di malam hari.
Kios Segoro Amarto didirikan bukan untuk menjadi pesaing pedagang, tapi sebagai sumber referensi harga kebutuhan pokok bagi para penjual. Diharapkan, para pedagang tidak menaikkan harga secara signifikan dan tetap mengacu pada harga yang tertera di Kios Segoro Amarto.
Pedagang pasar tradisional Dlingo mengeluhkan kurangnya kios dan tidak adanya tempat ibadah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul berjanji akan mengawal permasalahan itu.
Pedagang Pasar Dlingo meminta Pemerintah Kabupaten Bantul membangun sejumlah fasilitas pendukung demi kenyamanan berdagang. Salah satu fasilitas yang diminta adalah pengadaan tempat ibadah atau musala dan kios. Masih ada pedagang yang belum mendapatkan kios.