Pedagang Pasar di Bantul Dilatih Kenali Kandungan Kimia
Peredaran penganan berbahan berbahaya yang banyak ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Bantul membuat Dinas Perdagangan (Disdag) gencar melakukan langkah antisipatif.
Peredaran penganan berbahan berbahaya yang banyak ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Bantul membuat Dinas Perdagangan (Disdag) gencar melakukan langkah antisipatif.
Lapangan Karangtalun atau sering disebut Alun-Alun Imogiri kian ramai sejak tiga tahun terakhir. Setelah ada sentra kuliner yang meramaikan kawasan tersebut setiap hari, di tempat itu juga kini ada Weekend Night Market.
Sebanyak 100 pedagang pasar yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Bantul mengunjungi Pasar Manis Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.
Unit Pelaksana Teksnis (UPT) Metrologi Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul menera ulang alat ukur seluruh pedagang pasar Gatak, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Rabu (18/9/2019).
Sejumlah pedagang di pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Jogja bakal mendapat pelatihan untuk memasarkan produknya secara online.
Kelompok masyarakat dari beberapa elemen mulai dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Forum Pemantau Independen (Forpi) juga Keluarga Besar Marhaenis (KBY) DIY mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman untuk beraudiensi perihal Raperda pusat perbelanjaan dan toko swalayan.
Penyelundupan bibit bawang ke Indonesia berhasil digagalkan.
Dinas Perdagangan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Bantul menyosialisasikan tera ulang timbangan kepada pedagang di Pasar Bantul, Rabu (18/4/2018). Diharapkan dengan kegiatan ini, pedagang semakin sadar pentingnya standardisasi timbangan dalam proses jual beli.
Mediasi antara pedagang Pasar Kembang, PT KAI dan Pemkot Jogja dinyatakan gagal
Banyaknya data pemilik stan, kios dan lapak yang tidak sesuai dengan data yang dimiliki Disperindag membuat pendataan molor dari target. Seharusnya, kata dia, pada Maret ini pasar baru yang pembangunannya menelan anggaran hingga Rp24 miliar itu sudah bisa beroperasi.