Dihantam Gelombang Tinggi, 3 Kecamatan Ini Malah Terancam Kesulitan Air Bersih
Untuk sementara tim dari PDAM dan SAR bergotong royong menutup sementara area sekitar pipa.
Untuk sementara tim dari PDAM dan SAR bergotong royong menutup sementara area sekitar pipa.
Gelombang tinggi masih berlangsung di laut selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (20/7/2018).
Gelombang tinggi masih berlangsung di laut selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kerusakan terparah terjadi di Gunungkidul, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, ada 11 pantai yang terdampak. 20 gazebo, tujuh lapak, lima kapal, dan empat warung makan dilaporkan rusak. Selain itu satu sak jaring ikan hilang terbawa arus.
Sedikitnya 40 jaring milik nelayan hilang dan satu warung rusak di Pantai Baru, Desa Poncosari, Srandakan, akibat terjangan gelombang setinggi empat meter. Akibat kejadian ini ditaksir kerugian mencapai belasan juta rupiah.
Sedikitnya 40 jaring milik nelayan hilang dan satu warung di Pantai Baru, Desa Poncosari, Srandakan rusak akibat terjangan gelombang setinggi empat meter.
Gelombang tinggi melanda pantai selatan di wilayah Gunungkidul pada Rabu (18/7/2018). Akibatnya, puluhan infrastruktur wisata dan peralatan nelayan rusak.
Dalam beberapa hari terakhir nelayan juga sudah mulai menepikan kapalnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi adanya potensi gelombang tinggi di pesisir selatan pada 17-22 Juli 2018. Pada 20 Juli gelombang diperkirakan mencapai enam meter.
Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono mengatakan fenomena tingginya gelombang ini rutin terjadi pada Juli hingga Agustus. Jadi bukan hal baru bagi masyarakat sekitar. Mereka juga terbiasa menghentikan aktivitasnya selama gelombang tinggi.