Gelombang Mengganas, Jaring Nelayan Lenyap Disapu Ombak
Sedikitnya 40 jaring milik nelayan hilang dan satu warung di Pantai Baru, Desa Poncosari, Srandakan rusak akibat terjangan gelombang setinggi empat meter.
Sedikitnya 40 jaring milik nelayan hilang dan satu warung di Pantai Baru, Desa Poncosari, Srandakan rusak akibat terjangan gelombang setinggi empat meter.
Gelombang tinggi melanda pantai selatan di wilayah Gunungkidul pada Rabu (18/7/2018). Akibatnya, puluhan infrastruktur wisata dan peralatan nelayan rusak.
Dalam beberapa hari terakhir nelayan juga sudah mulai menepikan kapalnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi adanya potensi gelombang tinggi di pesisir selatan pada 17-22 Juli 2018. Pada 20 Juli gelombang diperkirakan mencapai enam meter.
Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono mengatakan fenomena tingginya gelombang ini rutin terjadi pada Juli hingga Agustus. Jadi bukan hal baru bagi masyarakat sekitar. Mereka juga terbiasa menghentikan aktivitasnya selama gelombang tinggi.
Tinggi gelombang di laut Selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali meningkat setelah sempat mengalami penurunan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang setinggi 2-3 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.
Tinggi gelombang laut 2,5 meterhingga 3,5 meter dan pada Sabtu (7/7/2018) diprediksi mencapai sekitar empat meter.
Wilayah perairan DIY dan Jawa Tengah diprediksi bakal dilanda gelombang tinggi dalam beberapa hari kedepan. Masyarakat diminta waspada dengan kondisi buruk tersebut.
Akibat tingginya gelombang di pantai selatan Jawa, nelayan Kulonprogo enggan melaut. Ombak yang mencapai ketinggian hampir empat meter itu dinilai terlalu berbahaya bagi nelayan.