16 Orang Ditahan Terkait Ledakan di Lebanon
Hakim Fadi Akiki, seorang perwakilan pemerintah di pengadilan militer mengatakan enam belas orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan ledakan di Pelabuhan Beirut.
Hakim Fadi Akiki, seorang perwakilan pemerintah di pengadilan militer mengatakan enam belas orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan ledakan di Pelabuhan Beirut.
Ledakan pada Selasa (4/8/2020) mengirimkan gelombang kejut ke seluruh kota, sehingga menyebabkan kerusakan yang meluas sampai ke pinggiran Beirut.
Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi mengungkapkan belasungkawa dan simpati kepada para korban dan pemerintah Lebanon melalui akun resmi Twitter-nya.
Presiden Aoun menyerukan pertemuan kabinet darurat pada hari ini karena ribuan ton amonium nitrat meledak di Beirut.
Ledakan dahsyat di Beirut terjadi sebelum pemberlakuan lockdown dan jam malam untuk menahan sebaran Virus Corona.
Kemenlu melaporkan bahwa salah satu korban luka adalah WNI yang telah berhasil dikontak KBRI Beirut dan kondisinya dilaporkan stabil.
KBRI Lebanon mencatat terdapat 1.447 WNI di negara itu, 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil.
Aoun menyebut bahwa penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut "tidak dapat diterima", karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan.
Terjadi ledakan sangat besar di Port of Beirut Libanon pukul 18.02 Waktu Setempat, yang mengakibatkan lebih dari 78 korban meninggal dan ribuan luka-luka.
Berdasarkan data Kemenhan dan Kemenlu di Lebanon, terdapat 1.234 TNI anggota kontingen Garuda yang bertugas menjaga demarkasi perbatasan Lebanon-Israel.