Pengamat: Waspada Ancaman Perang Siber di Tahun Depan
Masyarakat Indonesia diminta untuk mewaspadai ancaman perang siber (cyber warfare) pada 2021. Hal tersebut disampaikan pengamat intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib.
Masyarakat Indonesia diminta untuk mewaspadai ancaman perang siber (cyber warfare) pada 2021. Hal tersebut disampaikan pengamat intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) disebut-sebut telah melancarkan operasi siber rahasia terhadap Iran pascaserangan atas fasilitas minyak Arab Saudi pada 14 September.
Serangan-serangan siber mulai mengancam jantung operasional perusahaan-perusahaan besar dan vital menyusul penerapan teknologi Internet untuk segala (Internet of Things) menuju era industri 4.0.
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan dunia maya terhadap sistem kendali rudal Iran dan jaringan mata-mata negara itu setelah Teheran menjatuhkan pesawat pengintai AS.
Serangan siber menjadi momok menakutkan di Indonesia. Serangan melalui sistem operasi pada perangkat elektronik menyasar folder dalam bentuk malewere.
Beberapa pekan lalu, sekitar 614 gigabita data proyek rahasia militer AS, telah dicuri oleh peretas dari China. Pencurian dataitu berdampak insidentil terungkapnya rencana rahasia Angkatan Laut AS tdalam mengembangkan rudal anti-kapal supersonik yang akan digunakan oleh kapal selam sekitar 2020-an.
Mantan pejabat intelijen Israel menyatakan bahwa sektor energi akan jadi target "9/11 di dunia maya" jika konflik antara Tel Aviv dan Teheran pecah.