Gunung Anak Krakatau Picu 19 Kali Gempa Kecil, Status Masih Level III Siaga
Gunung Anak Krakatau hari ini masih Level III Siaga. Aktivitas tercatat memicu gempa letusan, low frequency, hybrid, dan tremor menerus.
Gunung Anak Krakatau hari ini masih Level III Siaga. Aktivitas tercatat memicu gempa letusan, low frequency, hybrid, dan tremor menerus.
KAI menambah rangkaian dan perjalanan kereta pada 7 September 2026. Cek rute kereta tambahan dari Jakarta, Jogja, hingga Surabaya.
Kemenkes menyebut sekitar 3,3 juta lansia berisiko terdampak abu erupsi Anak Krakatau. Lansia diminta mendapat perlindungan khusus.
Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berakhir setelah 25 jam. Badan Geologi tetap menetapkan status Level III atau Siaga.
Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT, erupsi dua kali. Kolom abu mencapai 600 meter dan warga diminta menjauhi sejumlah zona bahaya.
BMKG memperbarui sebaran abu vulkanik Anak Krakatau Senin pagi. Abu terpantau hingga 50.000 kaki dan berpotensi mengganggu penerbangan.
BMKG menyebut abu vulkanis Anak Krakatau berpotensi bergerak ke Jawa tergantung perubahan arah dan kecepatan angin.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan hingga saat ini,Gunung Salak dipastikan tidak mengalami erupsi. PVMBG menegaskan Gunung Salak masih berada pada tingkat aktivitas Level I (Normal).
Gunung Agung mengalami letusan strombolian lantaran akumulasi tekanan akibat erupsi efusif yang telah terjadi selama satu bulan ini.