Polisi Tepis Penyelidikan Kekerasan Seksual dalam Mutilasi Waliyin dan Ridduan kepada Mahasiswa di Sleman
Polisi menepis penyelidikan dugaan kekerasan seksual dalam kasus mutilasi yang dilakukan Waliyin dan Ridduan terhadap mahasiswa di Sleman.
Polisi menepis penyelidikan dugaan kekerasan seksual dalam kasus mutilasi yang dilakukan Waliyin dan Ridduan terhadap mahasiswa di Sleman.
Dalam empat bulan sejak Maret 2023, tiga mutilasi terjadi di Sleman dan sekitarnya. Penyebabnya adalah utang, uang Rp20 ribu, hingga aktivitas tak wajar.
Polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan Waliyin dan temannya, pria 39 tahun berinisial RD, yang memutilasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Waliyin, pria 29 tahun dari Magelang yang dikenal sebagai sosok pendiam, dan temannya berinisial RD, diduga memutilasi Redho Tri Agustian, mahasiswa UMY.
Polisi menelusuri grup medsos yang diikuti pelaku mutilasi terhadap mahasiswa di Sleman. Penelusuran dilakukan melalui HP Waliyin.
Kronologi mutilasi Redho oleh Waliyin dan temannya di rumah indekos di Sleman dibeberlan polisi. Berawal dari undangan pertemuan.
Motif mutilasi terhadap mahasiswa di Sleman perlahan terungkap meski belum terbuka sepenuhnya.
Tak hanya memutilasi korban, tersangka mutilasi Sleman berusaha menghilangkan jejak kejahatannya dengan merebus tangan dan kaki untuk mengaburkan sidik jari.
Tetangga indekos salah satu pelaku mutilasi di Krapyak, Triharjo mengaku tak mendengar suara gaduh dari kamar pelaku pekan lalu.
Korban mutilasi di Turi, Sleman, diduga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bernama Redho Tri Agustian. Kampus menunggu keterangan polisi.