Duh, Sepanjang Tahun Ini, 20 Orang di Gunungkidul Tewas Bunuh Diri
Polres Gunungkidul mencatat hingga Rabu (21/9/2022) sudah ada 20 warga yang bunuh diri. Kasus terbanyak dilakukan dengan cara gantung diri.
Polres Gunungkidul mencatat hingga Rabu (21/9/2022) sudah ada 20 warga yang bunuh diri. Kasus terbanyak dilakukan dengan cara gantung diri.
Polres Gunungkidul mencatat 28 kasus bunuh diri pada 2021. Jumlah ini naik dibandingkan dengan 2020 kala kasus bunuh diri berjumlah 26.
Kasus bunuh diri di Gunungkidul menutun berdasarkan data di Polres Gunungkidul. Sepanjang 2020 tercatat ada 29 kasus bunuh diri. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan 2019 yang mencapai 33 kasus.
Marsini,55, warga Kapanewon Gedangsari nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Perisitiwa ini pertama kali diketahui oleh suaminya Slamet, usai pulang bercocok tanam di ladang pada Minggu (25/10/2020) pagi.
Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri terus terjadi di Bumi Handayani. Berdasarkan data Polres Gunungkidul, mulai Januari hingga akhir Maret 2020, tercatat sudah ada 12 kasus gantung diri. Masalah kemiskinan dan kesehatan menjadi faktor pemicu sebagian besar kasus yang terjadi.
Seorang pria bernama Agustinus Yulianto, 34, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak obat pembasmi rumput. Pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun usaha itu sia-sia karena nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul menyoroti kasus bunuh diri yang terus terjadi di Gunungkidul. Untuk itu, pada APBD 2020 Dewan menganggarkan Rp1,8 miliar untuk mendorong program pencegahan bunuh diri.
Komisi D DPRD Gunungkidul menilai upaya pencegahan bunuh diri belum efektif. Hal itu terlihat dari jumlah kasus yang terjadi di tahun ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Dalam rangka memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri (HPBD) se-Dunia yang jatuh pada Selasa (10/9/2019), Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji) mengajak seluruh kalangan untuk peduli.
Upaya pencegahan bunuh diri terus dilakukan oleh Pemkab Gunungkidul, salah satunya dengan menggelar pertemuan, pembentukan tim pencegahan bunuh diri, dan buku modul.