4 Objek Wisata di Gunungkidul Segera Gelar Simulasi Pembukaan, Ini Daftarnya
Pemkab Gunungkidul bersiap menggelar simulasi pembukaan objek wisata. Tahapan ini sebagai bagian dalam rencana pembukaan destinasi wisata di masa new normal.
Pemkab Gunungkidul bersiap menggelar simulasi pembukaan objek wisata. Tahapan ini sebagai bagian dalam rencana pembukaan destinasi wisata di masa new normal.
Wacana pembukaan objek wisata di Gunungkidul mulai menyeruak seiring adanya kebijakan new normal dari Pemerintah Pusat. Meski demikian, Bupati Gunungkidul, Badingah, belum bisa memastikan karena pembukaan sangat tergantung dengan kebijakan dari Pemerintah DIY.
Sejumlah warga di kawasan Pantai Kukup, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, merasa resah dengan banyaknya wisatawan ngeyel yang nekat masuk ke Pantai Kukup dan sekitarnya meski saat ini seluruh objek wisata di Gunungkidul masih ditutup.
Pemkab membebaskan pajak hotel dan restoran kepada pelaku usaha di Gunungkidul. Kebijakan ini diambil sebagai dampak menurunnya tingkat ekonomi akibat pandemi Corona.
Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menghentikan seluruh aktivitas pariwisata di Bumi Handayani sejak 24 Maret hingga batas waktu yang belum ditentukan. Namun, di tengah pandemi Corona, Dispar tetap mengantisipasi masuknya wisatawan ke sejumlah objek wisata dengan menempatkan petugas jaga di pintu masuk.
Sektor kepariwisataan ikut terdampak akibat penyebaran Covid-19. Diperkirakan hingga akhir Mei kerugian diperkirakan mencapai ratusan rupiah.
Pemerintah Desa (Pemdes) Pacarejo, Kecamatan Semanu, menggagas pembentukan objek wisata alam di Bendungan Jowinantang yang berlokasi di Dusun Ngampo. Meski demikian, sejak dibangun di 2018 hingga saat ini objek tersebut masih butuh banyak penyempurnaan.
Dampak penyebaran virus Corona (Covid-19) mulai dirasakan pengelola objek wisata dan perhotelan. Menyusul merosotnya angka kunjungan wisata, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul berharap Pemerintah Pusat melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa mengeluarkan kebijakan terkait dengan penundaan angsuran di lembaga keuangan.
Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mencatat jumlah kunjungan wisatawan, baik turis mancanegara maupun domestik turun drastis sebagai dampak merebaknya virus Corona (Covid-19). Adanya penurunan itu sudah dirasakan sejak tiga pekan terakhir.
Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul terus memantau perkembangan pencegahan dan penanganan Covid-19 hingga saat ini. Kebijakan teranyar, sesuai arahan Pemda DIY, Dispar akan menunda sementara waktu event-event pariwisata di Bumi Handayani, yang berpotensi mengumpulkan banyak orang dalam satu titik.