Kunjungan Wisatawan ke Bantul Menurun Drastis, Ada Apa?
Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pariwsiata menyebut angka kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata khususnya yang dikelola oleh Pemkab Bantul menurun signifikan akhir pekan lalu.
Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pariwsiata menyebut angka kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata khususnya yang dikelola oleh Pemkab Bantul menurun signifikan akhir pekan lalu.
Para pengusaha pariwisata meminta dukungan pemerintah untuk menerapkan kebijakan yang mempermudah kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Kunjungan wisatawan ke tujuh objek wisata yang sudah uji coba pembukaan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 ini terus mengalami peningkatan setiap akhir pekan. Tujuh objek wisata tersebut adalah Gembira Loka Zoo Jogja, Merapi Park Sleman, Tebing Breksi Sleman, Taman Wisata Candi Ratu Boko Sleman, Pinus Sari Bantul, Pinus Pengger Bantul, dan Seribu Batu Bantul.
Pelaku industri pariwisata berharap tidak ada lagi dikotomi antara prioritas kesehatan dan ekonomi. Kedua hal tersebut dinilai harus berjalan bersama.
Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Belanda Maxima mengunjungi Candi Prambanan, Bokoharjo, Sleman setelah melakukan kunjungan dari kampung siber di Patehan Jogja, Rabu (11/3/2020) kemarin.
Pemkab Bantul diminta menyiapkan paket-paket wisata yang menarik dan unik untuk menggaet wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Selain itu atraksi kegiatan wisata diharapkan bisa digelar secara konsisten agar bisa jadi panduan bagi wisatawan.
Adanya penerbangan dari luar negeri ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi kunci banyaknya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo punya cara tersendiri untuk membuat nyaman wisatawan mancanegara. Salah satunya, dengan intens menyediakan fasilitas toilet duduk di sejumlah obyek wisata.
Tingginya harga tiket pesawat terbang dikhawatirkan bakal membuat angka kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY merosot.
Penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menjadi dampak dari kerusuhan di depan Bawaslu DKI Jakarta pada 21-22 Mei.