Gerindra Bantah Rencana Pertemuan Prabowo dan Jokowi untuk Bagi-Bagi Kursi Menteri
Kubu capres Prabowo Subianto membantah mengincar kursi menteri terkait dengan kabar rencana rekonsiliasi Prabowo dan Joko Widodo.
Kubu capres Prabowo Subianto membantah mengincar kursi menteri terkait dengan kabar rencana rekonsiliasi Prabowo dan Joko Widodo.
Partai Gerindra dinilai layak ditawari masuk ke dalam kabinet.
Sebanyak 28 Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Aliansi Ormas Bekasi (AOB) melakukan deklarasi penolakan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bekasi dari luar daerah.
Kubu Jokowi mulai membahas jatah kursi menteri bagi partai yang berkoalisi ke capres 01 tersebut.
Sebelumnya mendukung capres Prabowo Subianto, kini Dewan Pimpinan Pusat Ormas Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur, Jawa Barat, menyatakan tidak lagi mendukung pasangannomor urut 02 tersebut dan memilih untuk bersikap netral dan akan mengikuti hasil keputusan Mahkamah Konstitusi.
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso menegaskan pencalonan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sebagai menteri di kabinet Presiden Joko Widodo mendatang adalah hoaks.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan partainya masih berada dalam Koalisi Prabowo-Sandi sampai dengan Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang telah didaftarkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandi.
Hubungan Partai Demokrat dengan kubu Prabowo semakin tidak harmonis.
Karyono mengingatkan lagi, bahwa sepanas apapun hubungan SBY dan Mega secara politik, hubungan secara emosional dan kemanusiaan mesti lebih diutamakan.
Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), Ahmad Atang, menilai Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga secara nyata sedang melakukan eksperimen politik melalui Mahkamah Konstitusi (MK).