Antiklimaks Kasus Dugaan Suap Mahar Politik Sandiaga
Jika dihitung secara keseluruhan, sudah empat kali Andi dipanggil dan sebanyak itu pula tidak pernah hadir. Padahal, dia adalah saksi kunci dalam kasus ini.
Jika dihitung secara keseluruhan, sudah empat kali Andi dipanggil dan sebanyak itu pula tidak pernah hadir. Padahal, dia adalah saksi kunci dalam kasus ini.
Putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang menghentikan pengusutan kasus dugaan pemberian mahar dari bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno disambut baik oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Karena tidak mau berusaha keras membuktikan dugaan mahar politik Sandiaga Uno, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menilai Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu pengecut dan pemalas.
Meski Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menegaskan lemahnya dugaan mahar politik yang dilakukan cawapres, Sandiaga Uno, namun hal itu dianggap aneh oleh kubu capres Joko Widodo.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menghentikan kasus dugaan mahar politik Sandiaga Uno. Bawaslu telah memutuskan tidak menemukan dugaan mahar politik yang dilakukan Sandiaga Uno.
Meski Partai Demokrat secara resmi mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, namun tidak demikian dengan sebagian kadernya.
Kasus ini bermula dari curhatan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya. Dia kecewa dengan Prabowo Subianto karena lebih memilih uang dibandingkan koalisi yang sudah dibangun.
Nasib dugaan mahar politik senilai Rp1 triliun yang menyeret cawapres Sandiaga Uno akan segera diputuskan oleh Bawaslu.
Meski ditentang banyak pihak terutama kubu pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan gerakan #2019GantiPresiden bukan kampanye Pilpres 2019.
Tim sukses kubu Jokowi-Ma'ruf Amin menyamakan gerakan #2019GantiPresiden dengan gerakan di Suriah yang memicu kekacauan dan perpecahan.