PKS Desak Permendikbudristek Kekerasan Seksual Dicabut
PKS mendesak Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk mencabut Permendikbudristek No.30/2021 soal Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi.
PKS mendesak Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk mencabut Permendikbudristek No.30/2021 soal Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi.
Kelima capres Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Ridwan Kamil, Anies Baswedan, dan Sandiaga Uno. Kelima cawapres Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono, Erick Thohir, dan Gatot Nurmantyo.
Fadli juga menyindir Jokowi dan bertanya kapan Presiden akan berkunjung ke Sintang, Kalimantan Barat untuk memantau penanganan banjir di wilayah tersebut.
Ganjar Pranowo merupakan satu-satunya tokoh politik yang memiliki kans besar untuk mengalahkan Anies Baswedan.
Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al-Jufri mengatakan para seniman dan budayawan merupakan aset bangsa sehingga aspirasi mereka harus diperhatikan dan diperjuangkan.
Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kompleks Kepatihan, Sabtu (6/11/2021). Dalam kunjungan itu, Salim meminta nasehat dari Sultan HB X sebagai sosok negarawan.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Jogja menyatakan sikap politiknya dengan tidak mengirimkan personel Panitia Khusus (Pansus) untuk pembahasan tiga Raperda Kota Jogja. PKS mengklaim memiliki alasan kuat menolak ikut membahas tiga Raperda di penghujung 2021 tersebut.
Nama yang muncul sebagai kandidat dalam Pilpres 2024 yakni Prabowo Subianto, Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Sandiaga Uno, Ganjar Prabowo, Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan, dsb.
Para pengurus DPD PDIP fokus menjalani penugasan dari DPP untuk melakukan konsolidasi tanpa terpengaruh isu capres-cawapres yang akan diusung pada pemilu 2024.
Loyalis Anas Urbaningrum membentuk Partai Kebangkitan Nusantara. Akankah PKN mampu menuntaskan dendam masa lalu dengan Partai Demokrat atau justru nasibnya akan sama dengan partai-partai baru lainnya?