SMP Muga Promosikan Sekolah lewat Try Out
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 3 Jogja menggelar kegiatan Gebyar Kreasi Seni, Ajang Bakat dan Try Out pada Minggu (17/2/2019).
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 3 Jogja menggelar kegiatan Gebyar Kreasi Seni, Ajang Bakat dan Try Out pada Minggu (17/2/2019).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi bentuk soal multiple choice atau pilihan ganda saat ujian nasional. Model pilihan ganda dinilai tidak mendorong anak untuk berpikir out of the box.
Sebanyak 60 siswa kelas VI SD/MI di DIY memperoleh nilai 100 dalam Ujian Nasional (UN) 2018. Seluruh SD/MI di DIY akan mengumumkan kelulusan sekaligus nilai yang diperoleh siswa pada Senin (4/6/2018) pekan depan.
Seluruh SD/MI di DIY akan mengumumkan kelulusan sekaligus nilai yang diperoleh siswa pada Senin (4/6/2019) pekan depan. Disdikpora DIY merinci nilai tertinggi se-DIY Ujian Sekolah/Madrasah (USM), dulu disebut Ujian Nasional (UN) sebesar 296,5 dan terendah 66,8.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Kisworo mengungkapkan dari 9.838 peserta, ada dua siswa yang tidak lulus.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY telah mendapatkan rekapitulasi kelulusan dari seluruh SMA/SMK di DIY. Sebanyak 21 pelajar SMA/SMK di DIY dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang proses pembelajaran di tahun ajaran berikutnya jika ingin mendapatkan ijazah formal.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, sebanyak 40% siswa kesulitan menjawab soal yang membutuhkan daya nalar tinggi atau "high order thinking skills" (HOTS) pada Ujian Nasional (UN) 2018.
Sedikitnya 17 murid SD Seropan di Desa Muntuk, Dlingo, terpaksa melaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 di tempat seadanya. Hal ini terjadi karena gedung utama sekolah rawan longsor sehingga lokasi dipindah ke ruangan kelas yang lama tidak dipakai.
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) belum juga mulus meski sudah lima tahun berjalan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan kendala yang dialami sejumlah sekolah dalam ujian nasional berbasis komputer di beberapa wilayah disebabkan karena kelebihan kapasitas.