Krisis Energi Dikhawatirkan Merembet ke Sektor Pangan
Krisis energi menjadi tantangan usaha terbaru setelah kenaikan harga bahan baku yang banyak dipasok dari luar negeri.
Krisis energi menjadi tantangan usaha terbaru setelah kenaikan harga bahan baku yang banyak dipasok dari luar negeri.
Dalam hal indikator ketahanan energi nasional, terdapat empat aspek yang perlu diperhatikan
Menteri Keuangan yang terdiri dari negara Prancis, Spanyol, Yunani, Republik Ceko, dan Romania mengajukan pernyataan bersama untuk meminta Uni Eropa untuk merespons segera kenaikan harga energi yang dramatis.
Pertamina secara resmi mengoperasikanStasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang berkapasitas 1 MMSCFD atau setara dengan 30.000 liter premium per hari (lsp).
Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi energi yang lebih tinggidibandingkan dengan subsidi energi tahun ini dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022. Tahun ini hanya Rp128,5 triliun dan tahun depan sebanyak Rp134 triliun.
Pertamina mencatat adanya peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya pada produk dengan Research Octane Number (RON) di atas 90 yaitu Pertamax RON 92 dan Pertamax RON 98.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengapresiasi kinerja Pertashop di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
Salah satu upaya merawat kendaraan adalah dengan memilih bahan bakar yang sesuai. Mengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan oktan yang lebih tinggi dipercaya mampu membersihkan ruang bakar mesin pada sepeda motor.
Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline di wilayah DIY naik sekitar 17% pada Juni dibandingkan dengan rerata konsumsi harian pada Maret-Mei 2020.
Selain itu, Pertamina juga mendistribusikan BBM yang mengacu pada konsensus internasional terkait dengan BBM yang ramah lingkungan.