Air Kerap Meluap, Perbaikan Talud dan Sungai di Jogja Dikebut
Talud ditinggikan dan sungai dinormalisasi di Jogja untuk menekan banjir usai hujan deras picu genangan di sejumlah wilayah.
Talud ditinggikan dan sungai dinormalisasi di Jogja untuk menekan banjir usai hujan deras picu genangan di sejumlah wilayah.
Pemkot Jogja keruk sedimen sungai rutin dan tambah trash barrier demi wujudkan aliran sungai lebih bersih sepanjang 2026.
Pemkot Jogja akan melanjutkan pengerukan sungai usai Lebaran 2026 untuk penataan lingkungan sekaligus menyiapkan destinasi wisata sungai.
30 persen talud sungai di Kota Jogja rusak. DPUPKP memperkirakan perbaikan talud membutuhkan anggaran hingga Rp100 miliar.
Pemkot Jogja catat 30 persen talut rusak. DPUPKP siapkan perbaikan dan bangun talut baru 2026.
DLH Kota Jogja menyebut limbah rumah tangga dan drainase ilegal jadi penyumbang utama pencemaran sungai, bakteri E. coli masih dominan.
Hujan deras merusak sejumlah talud di Kota Jogja. Pemkot menyiapkan penanganan darurat dan perbaikan bertahap hingga Mei 2026.
BNPB mengingatkan 108 DAS kritis berpotensi picu bencana berulang jika rehabilitasi DAS dan perbaikan infrastruktur air tak segera dilakukan.
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kota Jogja mencatat masi ada ratusan rumah yang tidak memiliki saluran limbah domestik. Limbah dom
Pemkot Jogja mulai menata rumah di sepadan Sungai Code, Gajahwong, dan Winongo untuk menekan risiko banjir dan longsor.