Pembuat Hoaks Ratna Sarumpaet Diburu Polisi, Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet tidak berhenti saat Ratna melakukan pengakuan. Polisi mengusut kasus penyebaran berita bohong tersebut.
Kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet tidak berhenti saat Ratna melakukan pengakuan. Polisi mengusut kasus penyebaran berita bohong tersebut.
Drama kebohongan yang dilakukan aktivis Ratna Sarumpaet mengecewakan rakyat Indonesia termasuk para tokoh. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjadi salah satu korban kebohongan yang diciptakan Ratna Sarumpaet. Namun, Fahri Hamzah masih sempat menyindir pemerintah sebagai pembohong yang lebih besar.
Gara-gara skandal hoaks kabar pengeroyokan aktivis Ratna Sarumpaet Prabowo Subianto diminta mundur dari capres.
Drama kebohongan Ratna Sarumpaet masih ramai dibahas publik. Terkini, diungkapkan bahwa aktivis tersebut menuliskan sepucuk surat dengan tulisan tangan untuk Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. Dalam suratnya, Ratna memohon ampun kepada Prabowo.
Kasus penyebaran hoaks yang dilakukan oleh aktivis Ratna Sarumpaet ditindaklanjuti oleh calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianti-Sandiaga Uno dengan melakukan sweeping tim suksesnya.
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto berupaya memahami kondisi aktivis Ratna Sarumpaet yang tega melakukan kebohongan.
Sebagai imbas dari tindakan Ratna Sarumpaet yang telah membuat sebuah berita bohong atau hoaks, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga mencopot Ratna Sarumpaet dari jabatan anggota Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) BPN.
Calon presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena percaya dengan kabar bohong yang diceritakan Ratna Sarumpaet dan ikut menyebarkannya.
Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno akan melaporkan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet ke polisi.
Ratna Sarumpaet menyebut dirinya sebagai pencipta berita bohong atau hoaks terbaik.