KKP Minta Rp1,024 triliun untuk Penguatan Nelayan
KKP minta tambahan anggaran Rp1,024 triliun untuk stimulus penguatan di sektor nelayan tangkap dan budidaya.
KKP minta tambahan anggaran Rp1,024 triliun untuk stimulus penguatan di sektor nelayan tangkap dan budidaya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan telah menyiapkan stimulus Rp34 triliun untuk merelaksasi pembayaran cicilan dan juga mensubsidi bunga kredit bagi petani dan nelayan.
Empat insentif ini dimaksudkan untuk menjaga produktivitas dan nelayan dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.
Di tengah pandemi Corona di mana semua objek wisata pantai ditutup, aktivitas nelayan di DIY masih berjalan seperti biasanya. Hal ini terlihat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng yang tetap melaut. Bahkan saat ini nelayan panen hasil tangkapan ikan.
Sedikitnya 33 nelayan asal Pekalongan, Jawa Tengah diminta melakukan karantina mandiri selama 14 hari di tengah laut. Karantina dilakukan sebagai upaya mencegah potensi penularan Covid-19 di wilayah Pelabuhan Sadeng, Kecamatan Girisubo.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul berkomitmen membantu nelayan untuk membeli Pertalite menggunakan jeriken. Hingga Jumat (14/2/2020) siang sudah ada puluhan nelayan yang mendapatkan surat rekomendasi.
Kelompok nelayan di Gunungkidul mengeluhkan kebijakan dari pemerintah yang melarang pembelian pertalite menggunakan jeriken. Adanya larangan ini, maka nelayan harus merogoh kocek lebih banyak karena untuk melaut terpaksa menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto, menilai potensi laut di kawasan pesisir DIY masih sangat melimpah. Pasalnya, potensi yang dimiliki tidak hanya sebatas di sektor kepariwisataan, tetapi kekayaan hayati yang terkandung di laut juga dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan.
Pencarian Tim SAR Gabungan atas hilangnya 2 nelayan yang akibat kapal dihantam ombak saat menebar jaring hingga terbalik membuahkan hasil. Keduanya berhasil ditemukan pada Kamis (28/11/2019) pagi di hari ketiga pencarian.
Beberapa bulan terakhir, nelayan di Pantai Congot, Kecamatan Temon, sedang menghadapi musim ikan bawal laut. Sayangnya, nelayan belum bisa sepenuhnya menikmati hasil tangkapan komoditas tersebut karena terkendala faktor alam.