4 Orang Terluka Akibat Pohon Tumbang di UGM
Sejumlah orang terluka akibat bencana hujan deras yang mengguyur wilayah Sleman.
Sejumlah orang terluka akibat bencana hujan deras yang mengguyur wilayah Sleman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat ada 19 kejadian di wilayahnya menyusul hujan yang mengguyur DIY lebih dari 24 jam sejak Rabu (10/11) malam hingga Kamis (11/11/2021) siang.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kota Jogja mengakibatkan talut di wilayah Terban, Gondokusuman RT 02 RW 01 longsor pada Kamis (11/11) pagi.
Meningkatnya curah hujan di wilayah Sleman pada dua hari terakhir menyebabkan talud longsor dan beberapa pohon tumbang.
Hujan deras mengguyur sejak Kamis (11/11/2021) dini hari menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah lokasi. Meski demikian, hingga sekarang belum laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Hujan nyaris seharian, menyebabkan beberapa pohon tumbang terjadi di Bantul. Beruntung dampak yang ditimbulkan tidak memakan korban jiwa dari kejadian-kejadian tersebut.
Ancaman bencana akibat cuaca ekstrem harus diwaspadai menjelang akhir tahun. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengimbau warga Sleman untuk waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi bencana alam di pengujung 2021. Potensi bencana alam selama musim penghujan hingga akhir tahun ini terjadi di tengah ancaman pandemi Covid-19.
Polres Bantul, bersama TNI, Pemkab Bantul dan sejumlah relawan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2021 di Lapangan Paseban, Bantul. Kesiapan ini salah satunya dalam rangka menyongsong potensi bencana hidrometeorologi. Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul siap mengerahkan sekitar 3.000 sukarelawan untuk membantu menangani dampak kemungkinan terjadinya bencana.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan dalam waktu dekat akan menggelar apel siaga sebagai upaya memitigasi bencana.
Masyarakat perlu waspada terhadap peningkatan curah hujan yang potensial memicu bencana alam.