Antisipasi Bencana, Sultan Minta Embung Dibangun
Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta pembangunan embung sebagai antisipasi banjir dan tanah longsor terutama di wilayah Kabupaten Bantul.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta pembangunan embung sebagai antisipasi banjir dan tanah longsor terutama di wilayah Kabupaten Bantul.
Hal itulah yang ia nilai sebagai biang longsornya talut sisi timur bagian selatan kompleks makam tersebut sehingga menimbulkan korban jiwa.
Anggota Komisi X DPR RI Esti Wijayanti menyarankan kepada Pemda DIY untuk segera mengajukan proposal ke Pemerintah Pusat dalam rangka antisipasi bencana. Mengingat beberapa titik lokasi bencana terjadi secara berulang setiap tahun sehingga harus segera dilakukan antisipasi.
Dewan pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Profesor Sarwidi menegaskan pentingnya teknologi informasi (TI) dalam mendukung penanganan bencana. Ia menyebut dari banyaknya prinsip penanggulangan bencana ada tiga di antaranya yang sangat membutuhkan TI dalam penerapannya agar penanganan bencana lebih tepat.
Rumah milik Sunar warga Padukuhan Sumberejo, Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Gunungkidul rusak berat karena ambles ke dalam tanah. Amblesnya bangunan tersebut karena tanahnya tergerus aliran sungai. Keadaan tersebut memaksa Sunar harus meninggalkan untuk sementara waktu.
Jogja Bay Waterpark turut membagi keceriaan, khususnya bagi anak-anak korban bencana alam.
Hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor pada Minggu (17/3/2019) mengakibatkan lima orang meninggal dunia di Bantul.
Banjir bandang yang menerjang kawasan Pantai Ngrenehan, Minggu (17/3/2019) menyapu dan perusak puluhan perahu, menghancurkan tempat pendaratan kapal, Posko SAR dan sejumlah warung milik pedagang. Dampaknya, denyut perekonomian di pantai yang berlokasi di Desa kanigoro, Desa saptosari ini lumpuh total.
Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Mlati mencatatkan pengukuran curah hujan di Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta mencapai 107 mm pada saat hujan kategori sangat lebat di DIY yang turun selama satu hari pada Minggu (17/3/2019) dan telah menimbulkan banjir di wilayah Bantul dan Kulon Progo.
Banjir akibat hujan deras pada minggu (17/3/2019) mengakibatkan 21 titik di Kabupaten Bantul terendam air dari luapan sungai.