Di Rapat PBB, Menlu Retno Tegaskan Dukungan untuk Palestina
Sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB pada Mei 2019, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi menekankan tiga hal penting untuk diperhatikan sebagai langkah pembenahan bagi Palestina.
Sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB pada Mei 2019, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi menekankan tiga hal penting untuk diperhatikan sebagai langkah pembenahan bagi Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mungkin menyerukan pemilihan umum ulang sebab pembicaraan koalisi untuk membentuk pemerintah telah macet. Hal itu disampaikan sebagai peringatan seorang anggota Partai Likud, Senin (20/5/2019).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mendeklarasikan kedaulatan negaranya atas pemukiman Israel di Tepi Barat, Palestina. Hal itu akan dilakukan jika Netanyahu kembali terpilih sebagai perdana menteri untuk periode selanjutnya.
Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam aksi penembakan yang dilakukan pasukan keamanan Israel kepada demonstran sipil di Gaza dan menyerukan agar pelaku segera diadili.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan semua warga negara, termasuk keturunan Arab, memiliki hak yang sama, tetapi ia merujuk pada undang-undang yang sangat kontroversial yang disahkan tahun lalu yang menyatakan Israel sebagai negara bagi warga Yahudi.
Pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina dan melukai sekitar 40 orang lainnya saat aksi protes ribuan orang di perbatasan Jalur Gaza, Jumat tengah Malam (22/2/2019) WIB, demikian informasi petugas kesehatan di Gaza.
Palestina akan menolak semua bantuan dari Amerika Serikat untuk menghindari tuntutan terkait terorisme yang tercantum dalam undang-undang terbaru di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad sekali lagi menegaskan bahwa Malaysia tidak dapat menerima atlet Israel karena mereka datang dari sebuah negara penjenayah atau negara penjahat.
Langkah Australia yang hanya mengakui bagian 'barat' Yerusalem terkesan hati-hati, namun tak ayal menimbulkan beragam reaksi komunitas internasional.
Keputusan Australia mengakui secara resmi Yerusalem Barat sebagai ibu kota kembali menuai tanggapan negatif. Kali ini, protes keras datang dari Malaysia, salah satu negara berpenduduk mayoritas Muslim di Asia Tenggara.