Ribuan Keluarga di Bantul Tinggal di Zona Merah Longsor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat masih ada sekitar 2.230 kepala keluarga (KK) di Bantul yang tinggal di zona merah rawan bencana tanah longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat masih ada sekitar 2.230 kepala keluarga (KK) di Bantul yang tinggal di zona merah rawan bencana tanah longsor.
Sepasang pasangan suami istri (pasutri) meninggal dunia karena menjadi korban tanah longsor di Kota Kupang, Senin (25/1/2021) dini hari.
Hujan disertai angin kencang pada Senin (18/1/2021) sore menyebabkan tanah longsor terjadi di dua titik di Bantul.
Meskipun operasi SAR telah dihentikan, tim gabungan akan kembali melakukan pencarian korban, jika ada masyarakat yang melaporkan.
Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengatakan jumlah tersebut diperbarui setelah adanya tiga korban tambahan yang ditemukan pada Minggu ini.
Hujan yang turun dengan intensitas tinggi beberapa waktu terakhir telah memicu talud ruas jalan di Dusun Wunut Desa Sriharjo, Imogiri ambles.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung menyebut sebanyak 11 orang diduga masih tertimbun longsoran tanah di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Lantai rumah milik Sukamto,65, di Dusun Saban, Karangwuni, Rongkop ambles sedalam empat meter. Diduga peristiwa ini terjadi karena ada rongga di dalam tanah sehingga memicu terjadinya amblesan.
Bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Magelang dan mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia tertimpa longsoran.
Hujan deras yang mengguyur pada Kamis (31/12/2020) mengakibatkan jalan kabupaten di Dusun Kaliwuluh, Kalurahan Jurangjeri ambles sepanjang 15 meter dengan kedalaman 15 centimeter. Dampak dari peristiwa ini, mengancam aktivitas warga tiga dusun karena jalur tersebut menjadi satu-satunya akses yang dimiliki.