Bulan Depan, Wilayah Jawa Diprediksi Sudah Diguyur Hujan
Bulan depan hujan diprediksi sudah mengguyur wilayah Jawa.
Bulan depan hujan diprediksi sudah mengguyur wilayah Jawa.
Nusantara diprediksi memasuki musim penghujan pada September ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Staklim Mlati Yogyakarta memprakirakan jika awal musim kemarau di wilayah DIY terjadi pada Mei. Wilayah kabupaten Gunungkidul diperkirakan akan mengalami musim kemarau terlebih dahulu jika dibandingkan wilayah kabupaten lain.
Badan Meteorologi, Klimataologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Mlati Yogyakarta kembali memprediksikan potensi hujan lebat di wilayah DIY pada periode Rabu (1/4/2020) dan Kamis (2/4/2020). Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG Staklim Mlati Yogyakarta, massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Jawa.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mlati, Sleman, menyatakan jika pada Maret 2020 ini wilayah DIY tercatat masih masuk dalam kategori musim hujan. Walaupun, beberapa hari terakhir ini cuaca panas kerap meliputi wilayah DIY.
Hujan deras yang mengguyur Kota Jogja pada Rabu (11/3/2020) siang hingga sore mengakibatkan banjir di sejumlah titik dan satu talut longsor. Banjir cukup parah terjadi di Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman. Sementara talut longsor terjadi talut Sungai Winongo, Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen.
Angin kencang disertai hujan yang terjadi di wilayah Sleman menyebabkan sejumlah pohon tumbang, Senin (9/3/2020). Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman bersama relawan kebencanaan hingga tadi malam terus melakukan evakuasi pohon yang tumbang.
Kepala BPBD Kota Jogja, Hari Wahyudi, menuturkan hujan deras dan angin kencang pada Senin (9/3/2020) sekitar pukul 19.00 WIB mengakibatkan setidaknya empat pohon tumbang, salah satunya menimpa mobil.
Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta memprediksi sampai dasarian I Maret atau 10 hari pertama bulan ini curah hujan masih cukup tinggi.
Bronjong sepanjang 50 meter dengan ketinggian tujuh meter yang berfungsi sebagai pelindung tanggul Sungai Serang di Dusun Kedungpring, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, tiba-tiba amblas, pada Jumat (6/3/2020) pagi.