10 Provinsi dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama Terbaik di Indonesia, Ada DIY
Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2021 masuk pada kategori baik. Rata-rata nasional 72,39 atau naik 4,93 poin dari tahun 2020.
Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2021 masuk pada kategori baik. Rata-rata nasional 72,39 atau naik 4,93 poin dari tahun 2020.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) gelar Festival “Bagimu Tanah Papua” yang merupakan rangkaian program Teras Negeriku lewat kegiatan dialog kebangsaan dan pertunjukan budaya dari Sabang sampai Merauke.
Tindakan diskriminatif terhadap kelompok rentan dan minoritas masih saja terjadi. Media massa diharapkan memberikan edukasi dan advokasi agar toleransi di tengah masyarakat bisa terus terjalin dengan baik.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyampaikan pemerintah kota menjadi pilar utama dalam merawat toleransi antar umat beragama. Upaya-upaya dalam menegakkan kota penuh toleransi harus dikembangkan, tujuannya agar memberikan dampak luas untuk wilayah di luar perkotaan.
Ulama asal Sleman, Gus Miftah baru saja berulang tahun. Tak disangka, ia mendapat hadiah nasi kuning dari seorang pendeta. Apa yang dilakukannya?
Pemerintah Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja menggelar acara Penyuluhan Kerukunan dan Toleransi Antarumat Beragama. Acara tersebut digelar untuk mengantiaipasi terjadinya gesekan antarumat beragama khususnya di wilayah Kelurahan Ngupasan.
Kota Salatiga menjadi kota toleran di Indonesia dengan skors 6,717 dan disusul oleh Singkawang dengan skors 6,450.
Sebuah film pendek bertajuk Rumah di Atas Pasir dilaunching oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Gerakan Sigap Sosial Kemanusiaan (Gassak) pada Kamis (17/3/2021). Film ini membawa pesan tentang toleransi antarsesama hingga pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di NKRI.
Sekolah di Jogja merespons kebijakan larangan bagi sekolah mewajibkan maupun melarang siswinya mengenakan jilbab.
Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Gotong-Royong Melawan Intoleransi (Gemayomi), MY Esti Wijayati, yang juga anggota DPR RI, bersama Ketua Umum Gemayomi, Prof. Dr. Mukhtasar Syamsudin, dan jajaran pengurus Gemayomi Subkhi Ridho, Nanang Kiwil, melakukan dialog dan audiensi dengan Kapolres Sleman mengenai situasi dan kondisi toleransi di Kabupaten Sleman.