Lebih dari 60.000 Mahasiswa Saat Ini Memilih Meninggalkan Jogja
Puluhan ribu mahasiswa perantau yang kuliah di DIY saat ini pulang ke kampung halamannya.
Puluhan ribu mahasiswa perantau yang kuliah di DIY saat ini pulang ke kampung halamannya.
Bersamaan dengan diumumkannya perpanjangan Kembali masa tanggap darurat DIY, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY memastikan seluruh calon mahasiswa dan mahasiswa baru tidak ada kewajiban datang ke kampus mulai dari pendaftaran, tes, masa orientasi hingga perkuliahan.
Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DIY mengancam akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran jika DPR mengesahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021 telah bergulir di sejumlah perguruan tinggi. Di tengah pandemi sejumlah kampus swasta di Kota Jogja selenggarakan penerimaan mahasiswa baru dengan keterbatasan.
Gaya hidup atau life style menjadi poin pegeluaran terbesar mahasiswa di Jogja, menurut hasil kajian Bank Indonesia (BI) belum lama ini.
Hasil kajian Bank Indonesia menyebut rata-rata pengeluaran mahasiswa di DIY saat ini jauh lebih tnggi rai besaran upah minimum provinsi (UMP).
Berdasar kajian Bank Indonesia (BI) DIY, selain sektor pariwisata, sektor pendidikan juga memiliki kontribusi besar pendorong pertumbuhan ekonomi.
Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di sejumlah kampus di DIY pada Minggu (5/7/2020) hari ini diwajibkan membawa surat sehat. Hal itu sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.
Mahasiswa yang kuliah di Jogja diminta ikut kerja bakti di masyarakat.
Menyambut kedatangan mahasiswa yang kembali ke Jogja, diperlukan protokol kesehatan yang tegas untuk menghindari penyebaran kasus Covid-19. Hal itu dirasa perlu mengingat jumlah mahasiswa di Jogja terbilang cukup banyak.