Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kasus DBD Kota Jogja turun dari 233 menjadi 82 kasus hingga Agustus 2026. Dinkes memperkuat PSN 3M Plus jelang musim hujan.
Alat berbasis AI dari Australia mampu mengenali nyamuk pembawa DBD dan malaria hanya dari suara sayap tanpa internet dan laboratorium.
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Ancaman DBD di Indonesia terus meluas. Guru Besar UMY mendorong pemetaan risiko berbasis GWR untuk pencegahan yang lebih tepat sasaran.
Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat di awal 2026 ada penyebaran DBD sebanyak 96 kasus. Masyarakat diminta untuk mewaspadai penyakit ini agar kasus terkendali.
Kasus DBD di Gunungkidul menurun signifikan pada 2025 tanpa korban jiwa. Dinkes tetap imbau warga waspada di musim hujan.
Kasus DBD di Kota Jogja menurun pada 2025, namun Dinkes tetap memprioritaskan PSN 3M Plus karena DIY masih endemis dengue.
Pemerintah melanjutkan uji klinis vaksin dengue untuk memperkuat perlindungan masyarakat dan menekan dampak infeksi dengue di Indonesia.
Dinkes Gunungkidul memprediksi kasus DBD masih landai hingga akhir tahun, warga diminta tetap waspada musim hujan.