Marwiyah, Simbol Kebangkitan Kopi Menoreh
Tak banyak petani kopi yang mengantongi ilmu pertanian tanaman kopi sejak dari hulu ke hilir. Marwiyah, 51, warga Pegunungan Menoreh di Kabupaten Kulonprogo ini adalah salah satunya.
Tak banyak petani kopi yang mengantongi ilmu pertanian tanaman kopi sejak dari hulu ke hilir. Marwiyah, 51, warga Pegunungan Menoreh di Kabupaten Kulonprogo ini adalah salah satunya.
Pandemi Covid-19 turut berdampak pada perekonomian petani kopi suroloyo di Dusun Keceme, Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh. Gara-gara pandemi ini, permintaan kopi andalan petani di Pegunungan Menoreh ini, baik yang sudah diolah maupun masih dalam bentuk biji turun signifikan.
Bisnis warung kopi atau kafe tempat nongkrong saat ini bertebaran di Kota Jogja. Ada sebuah warung kopi dengan nama cukup unik, Kellon yang diambil dari bahasa Jawa Kelon.
Para petani kopi Suroloyo tengah resah menyusul hujan yang mengguyur wilayah Kulonprogo sejak beberapa bulan terakhir.
Kabupaten Kulonprogo yang mampu memproduksi ratusan ton bijih kopi di Kawasan Menoreh setiap tahunnya, baru mampu mengolah sebesar 1,2% dari hasil produksi itu. Sisanya, sebagian besar bijih kopi dijual ke pengepul tanpa diolah.