Jogja Dihantam Cuaca Ekstrem, Ini Penyebabnya Menurut BMKG
Hujan dan angin kencang mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik di Sleman dan Kota Jogja, Kamis (3/2/2022). BMKG menjelaskan penyebab cuaca ekstrem yang melanda DIY.
Hujan dan angin kencang mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik di Sleman dan Kota Jogja, Kamis (3/2/2022). BMKG menjelaskan penyebab cuaca ekstrem yang melanda DIY.
Hujan dan angin kencang melanda wilayah Condongcatur (Concat), Kapanewon Depok, Rabu (12/1/2022) siang. Meski tak lama, kencangnya angin menyebabkan satu baliho ambruk.
Baliho berukuran jumbo di perempatan Ring Road Condongcatur, Sleman, Rabu (12/1/2022) siang roboh. Baliho roboh setelah hujan deras dan angin kencang melanda wilayah ini.
Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta mengungkapkan ada peningkatan suhu di Kota Jogja dan sejumlah wilayah penyangga. Hal ini ada kaitannya dengan banyaknya alih fungsi lahan dan efek rumah kaca, meski diklaim kaitan itu tidak secara langsung.
BMKG menyampaikan bahwa bibit siklon 94W dapatmemberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mulai mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian. Rencananya akan ada surat edaran untuk kelompok tani berkaitan dengan antisipasi cuaca ekstrem.
Harian Jogja Edisi Senin (15/11/2021).
Turunnya intensitas hujan berbanding lurus munculnya kejadian bencana di Bantul. Dua hari hujan mereda, penambahan titik bencana menurun.
Dinas Pariwisata Gunungkidul mengimbau kepada pelaku wisata minat khusus mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem. Langkah ini sebagai antisipasi hal-hal yang tak diinginkan pada saat aktivitas wisata berlangsung.
Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Sleman menumbangkan pepohonan di Kapanewon Pakem dan Ngemplak, Selasa (2/11/2021).