Cuaca Ekstrem, Nelayan Bantul Diimbau Hati-hati
Cuaca ekstrem yang mendera akhir-akhir ini sedikit banyak sangat bepengaruh bagi nelayan Bantul. Selama cuaca ekstrem nelayan diharapkan lebih waspasa dan hati-hati saat melaut.
Cuaca ekstrem yang mendera akhir-akhir ini sedikit banyak sangat bepengaruh bagi nelayan Bantul. Selama cuaca ekstrem nelayan diharapkan lebih waspasa dan hati-hati saat melaut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia cerah berawan pada Senin (12/4/2021) siang.
Bencana alam banjir bandang mengakibatkan 15 orang korban, terdiri atas 12 orang yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tiga lainnya masih dinyatakan hilang.
Fenomena hujan es kembali terjadi di kawasan lereng Merapi, Jumat (9/4/2021). Hujan es tersebut hanya berlangsung sekitar lima menit saja.
Ada dua kapal milik perusahan ASDP yang terkena dampak badai siklon tropis Seroja pada 4 April 2021.
Prediksi cuaca ekstrem yang bakal muncul di sejumlah wilayah DIY termasuk Bantul membuat kesiapsiagaan dilakukan. Bantul andalkan posko BPBD Bantul dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di wilayah untuk hadapi cuaca ekstrem.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan meminta masyarakat lebih waspada. Hal itu sebagai respons prediksi cuaca BMKG yang menyebut Jawa Tengah dan DIY akan terdampak Siklon Tropi Seroja dalam tiga hari ini.
Siklon tropis ke depan diperkirakan akan semakin sering sehingga mitigasi sangat diperlukan.
Siklon tropis Seroja yang memporak-porandakan sejumlah wilayah di NTT berdampak hingga ke Jogja.
BMKG memperkirakan hujan deras masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan di wilayah DIY.