Dendam Ibunya Disakiti, Pemuda di Bantul Bacok Sepupu Sendiri
Pelaku pembacokan di Sedayu Bantul pada Selasa (23/11/2021) malam berhasil ditangkap beberapa jam berselang. Bukan klithih, pembacokan terjadi karena perkara dendam keluarga.
Pelaku pembacokan di Sedayu Bantul pada Selasa (23/11/2021) malam berhasil ditangkap beberapa jam berselang. Bukan klithih, pembacokan terjadi karena perkara dendam keluarga.
Seorang laki-laki di Kapanewon Sewon, Bantul, berinisial JW tewas setelah lehernya ditebas sebilah parang. Insiden memilukan itu terjadi lantaran si pelaku, pria berinisial AC, 28, tersinggung dengan ucapan korban saat melakukan video call atau panggilan video sesaat sebelum kejadian.
Kasus pembacokan terjadi di Sleman lantaran dipicu hal sepele.
Seorang pria di Kulonprogo harus berurusan dengan hukum karena telah membacok kakak iparnya sendiri. Pelaku nekat melakukan aksi itu lantaran tidak terima dengan ulah korban yang kerap mencampuri urusan rumah tangganya.
Polres Bantul terus memburu pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Sendang Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Indro Prasetyo, 43, warga Gondokusuman, Jogja, meninggal dunia saat berziarah di sendang tersebut karena dibacok kawanan pelaku bercadar hingga tewas.
Indro Praseryo, 43, warga Terban, Gondokusuman, Jogja, tewas setelah dibacok oleh sekelompok orang tak dikenal saat sedang nongkrong bersama seorang perempuan di Sendang Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Jumat (5/6/2020) tengah malam. Saat ini polisi masih memburu pelaku pembacokan tersebut.
Jajaran Polres Kulonprogo pada Selasa (18/2/2020) malam menangkap satu lagi tersangka pembacokan di Kapanewon Nanggulan, Sabtu (1/2/2020) lalu yaitu Abraham Brian Erlangga alias ABE, 26.
Merasa mendapat ancaman terus-menerus, Ahmad Kustiyanto, 37, kehabisan kesabaran dan melakukan aksi pembacokan terhadap Sukardiyono, 45 pada Minggu (8/12/2019) lalu di Dusun Siluwok Lor, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih.
Fakta baru terungkap dalam proses penyidikan bawa tersangka diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Polisi telah menangkap empat terduga pelaku klithih yang menewaskan seorang pelajar di Jogja. Pelaku yang diantaranya masih berusia anak itu ternyata pernah punya catatan kriminal.