Muktamar PBNU: 9 AHWA Ditetapkan untuk Pilih Rais Aam PBNU
Sidang pleno Muktamar ke-34 NU menetapkan sembilan timAhlul Walii Wal Aqdi(AHWA) yang akan menentukan kiai sepuh yang akan mengemban tugas sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026.
Sidang pleno Muktamar ke-34 NU menetapkan sembilan timAhlul Walii Wal Aqdi(AHWA) yang akan menentukan kiai sepuh yang akan mengemban tugas sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026.
Dua kandiat bertarung untuk memperebutkan kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)dalam Muktamar di Lampung. Keduanya adalah incumbent KH Said Aqil Siradj dan penantangnya dari Rembang, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Salah satu tokoh NU didukung oleh puluhan kiai sepuh sebagai calon ketua umum PBNU yang baru.
Salah satu cita-cita Said Aqil yang belum kesampaian adalah melihat kemajuan NU di segala level.
Partai politik dan pihak lain sebaiknya tidak ikutan di dalam pertarungan di Muktamar NU Lampung.
Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya membeberkan visi misinya sebagai calon Ketua Umum PBNU mendatang. Gus Yahya ingin menjadikan model gerakan KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai gerakan Nahdlatul Ulama (NU).
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar NUKe-34, M. Imam Aziz, mengatakan muktamar dimajukan menjadi tanggal 22-23 Desember 2021 di Lampung. Perhelatan tersebut sebelumnya akan digelar pada 23-25 Desember 2021.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menginstruksikan ke seluruh kader PKB untuk memilih dua calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Puluhan pimpinan Syuriyah dan Tanfidziyah dari 27 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) seluruh Indonesia mendatangi Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar. Selain menyatakan dukungan terhadap Rais Aam, mereka juga menegaskan siap menjadi peserta Muktamar NU pada 17 Desember di Lampung.
Anggota Majelis Tahkim Muktamar ke-34 NU, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya berharap Muktamar NU tidak memunculkan konflik antar pihak.