Emak-Emak Jadi Sasaran Empuk Politik Uang
Bambang Eka Cahya Widodo, mantan Ketua Bawaslu RI periode 2008 - 2012 mengungkap ada lima tantangan utama yang harus diatasi untuk pemilu yang berintegritas.
Bambang Eka Cahya Widodo, mantan Ketua Bawaslu RI periode 2008 - 2012 mengungkap ada lima tantangan utama yang harus diatasi untuk pemilu yang berintegritas.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest dilaporkan ke polisi oleh politisi DPRD DKI Jakarta karena mengungkapkan informasi mengenai dugaan politik uang di Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta Taufiqurrahman bakal melaporkan politisi Partai Solidaritas Indonesia Rian Ernest Tanudjaja ke polisisi. Pelaporan terkait pernyataan Rian Ernest yang menyebut adanya politik uang dalam proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Kasus dugaan money politics yang dilakukan kader Partai Gerindra di wilayah DIY masih gelap. Polisi dan Bawaslu lempar tangan terkait kewenangan untuk mendalami kasus tersebut.
Pihak kepolisian melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pelaku yang diduga terkait dengan kasus money politics atau politik uang. OTT dilakukan jelang hari pencoblosan Pemilu yang digelar 17 April 2019.
Dua orang yang diduga membagi-bagikan uang kepada masyarakat dengan harapan memilih calon anggota legislatif yang ditentukan, kepergok Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Nusron Wahid, Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Jateng I Partai Golkar, membantah menyuruh Bowo Sidik Pangarso untuk menyiapkan 400.000 amplop berisikan uang untuk serangan fajar saat Pemilu dan Pilpres 2019.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencium aroma potensi politik uang untuk Pemilu 2019. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pemberantasan PPATK, Firman Firman Shantyabudi.
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah membongkar kardus keempat dari total 84 kardusterkait kasus dugaan suap anggota DPR Komisi VI Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.
Butuh waktu satu bulan bagi eks anggota DPR RI Komisi VI fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso untuk mengisi ratusan juta ke dalam 400.000 amplop. Amplop tersebut diduga untuk 'serangan fajar' masyarakat Jawa Tengah pada 17 April 2019 mendatang.