Pemerintah Penuhi Kebutuhan 243 WNI di Wuhan
Sebanyak 243 warga negara Indonesia (WNI) di Kota Wuhan, China dipastikan terpenuhi kebutuhan pokoknya.
Sebanyak 243 warga negara Indonesia (WNI) di Kota Wuhan, China dipastikan terpenuhi kebutuhan pokoknya.
Pengenalan dan penanganan kanker yang tepat bakal memulihkan pasien dengan cepat.
Rencana evakuasi WNI di China menjadi prioritas utama pemerintah seiring terus bertambahnya jumlah korban virus corona, utamanya di Wuhan, Provinsi Hubei, China
Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tahun ini diprediksi puncak serangan terjadi pada Januari hingga April.
Hingga saat ini, pemerintah masih mencari cara untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan dan beberapa kota lainnya China.Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kota-kota tersebut masih diisolasi terkait wabah virus Corona (2019-nCoV).
Demi mencegah masuknya virus korona ke Tanah Air, Komisi I DPR RI menyarankan pemerintah Indonesia mencabut fasilitas bebas visa kunjungan bagi warga negara China.
Penyedia jasa asuransi perjalanan (Travel Insurance) mungkin tidak akan melayani klaim terkait virus corona karena kejadian tersebut sudah menjadi informasi publik.
RSUP Dr Sardjito dan RSUD Panembahan Senopati Bantul, ditunjuk menjadi RS rujukan apabila ada warga yang terjangkit virus corona.
Prevalensi masalah gigi dan mulut anak-anak Indonesia masih sangat besar. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia yang menargetkan bebas karies pada 2030 mendatang.
Orang tua dari Labib Abrar Maradatua, mahasiswa yang berkuliah di Lanzhou Jiaotong University China, meminta pemerintah memberi bantuan agar proses pemulangan anaknya dipercepat.