Umat Diimbau Tak ke Rumah Ibadah Bila Sakit
Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau masyarakat tak ke rumah ibadah bila mengalami mengalami masalah kesehatan.
Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau masyarakat tak ke rumah ibadah bila mengalami mengalami masalah kesehatan.
Obat herbal diragukan kamampuannya melawan virus corona.
Salah satu tradisi yang sampai saat masih ini dipertahankan oleh warga Pondok Pesantren (Ponpes) yakni budaya makan bersama. Merebaknya virus Corona (Covid-19) tak membuat budaya tersebut dihentikan. Tradisi ini juga masih digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al I’tisham Wonosari.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul harus bekerja lebih keras menyosialisasikan upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, hingga saat ini masih banyak warga yang belum tahu jika abate diberikan secara gratis di setiap puskesmas.
Komnas Pengendalian Tembakau bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengimbau masyarakat dan pemerintah agar lebih waspada terhadap COVID-19 terkait tingginya perokok di Indonesia.
Penyebaran virus Corona atau Covid-19 menjadi perhantian masyarakat, bahkan hingga institusi pendidikan. Meski belum menerima instruksi, sejumlah sekolah di Gunungkidul sigap mencari informasi terkini terkait dengan antisipasi penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul meminta semua lembaga pendidikan di bawah Kemenag termasuk pondok pesantren untuk selalu mematuhi anjuran dari pemerintah terkait dengan pencegahan dan penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Untuk mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menggalakkan program juru pemantau jentik (jumantik) di setiap rumah. Diharapkan dengan gerakan ini penyebaran DBD bisa ditekan.
RSUD Wonosari dikabarkan merawat dan mengisolasi pasien dengan gejala penyakit mirip dengan penderita virus Corona atau Covid-10. Saat wartawan mencoba konfirmasi ke petugas berwenang di RSUD Wonosari, salah seorang petugas menginformasikan jika pejabat berwenang tengah rapat.
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ronny Martien membuat cairan pembersih tangan (hand sanitizer) semprot nanopolimer berbahan herbal. Produk ini menjadi alternatif antiseptik yang belakangan langka di pasaran akibat merebaknya virus corona (covid-19).