Maskermu Harimaumu! Konsep Beda Roar 2020
Roargama 4.0 2019 jadi momentum awal dalam menempatkan seni dan budaya Indonesia di dunia internasional. Namun, tahun ini Roargama yang menjelma namanya menjadi Roar, tak digelar seperti tahun lalu.
Roargama 4.0 2019 jadi momentum awal dalam menempatkan seni dan budaya Indonesia di dunia internasional. Namun, tahun ini Roargama yang menjelma namanya menjadi Roar, tak digelar seperti tahun lalu.
Astra Credit Companies (ACC), perusahaan pembiayaan pertama Astra, menyalurkan bantuan sarana alih media digital berupa kamera dan peralatan pendukungnya untuk Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK).
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulonprogo memberikan bantuan seperangkat gamelan kepada 12 Desa Rintisan Budaya di kabupaten ini. Bantuan ini merupakan upaya Disbud dalam mengembangkan potensi seni di Bumi Menoreh.
Salah satu event otomotif terbesar di Indonesia, Kustomfest kembali digelar di Kota Jogja. Tak mau kecolongan perihal protokol, penerapan protokol kesehatan pun ditinjau oleh Pemkot Jogja.
Krido Budoyo Turonggo Mudo (KBTM) merupakan kelompok kesenian kuda lumping di Cangkringan, Sleman. Orang lebih mengenalnya dengan Jathilan Gondang Pusung, sesuai asal kelompok kesenian ini. Biasanya KBTM tak pernah sepi dari panggilan manggung, tetapi sejak pandemi Covid-19, kondisinya berbeda.
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) sejak tahun 2018 menyelenggarakan festival seni pertunjukan Gugus Bagong yang dilangsungkan setiap dua tahun sekali. Memiliki tujuan untuk menghadirkan ruang dialog seni, pergerakan Gugus Bagong merefleksikan perjalanan pemikiran dan transfer pengetahuan, sekaligus memproyeksikan masa depan seni pertunjukan.
Sebanyak 55 karya seni dua dimensi dan tiga dimensi ditampilkan dalam pameran seni rupa bertajuk KAYON yang digelar Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulonprogo selama sembilan hari, mulai 21-29 November 2020 di Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo, Pengasih.
Pada Ngayogjazz 2020, rangkaian acara berlangsung selama tiga mulai hari dari tanggal 19 hingga 21 November 2020. Rangkaian ini dibuka pada tanggal 19 November 2020, dengan Pungkasan Lekasan sebagai gawang acaranya.
Seni sastra macapat adalah wujud kearifan tradisi yang membentuk jati diri otentik sebagai identitas budaya lokal. Melestarikan dan mengembangkan seni macapat menjadi bagian dari tanggungjawab kita semua untuk menumbuhkan rasa peka dan rasa cinta terhadap karya sastra tradisional.
Pemerintah Kota Jogja berupaya melestarikan macapat melalui Dinas Kebudayaan dengan sebuah kegiatan Gelar Macapat untuk Milenial. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak remaja rentang usia SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Kota Jogja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.