Bumi Retak Sekali Pun, Mereka Tetap Menari
Sendratari Ramayana Purawisata telah menghibur masyarakat DIY setiap malam selama 42 tahun. Pentas ini awet berkat kegigihan. Tak peduli lindu dan kerusuhan, kelir pertunjukan tak pernah tutup.
Sendratari Ramayana Purawisata telah menghibur masyarakat DIY setiap malam selama 42 tahun. Pentas ini awet berkat kegigihan. Tak peduli lindu dan kerusuhan, kelir pertunjukan tak pernah tutup.
Taman Budaya Yogyakarta (TBY) bekerja sama dengan Studio Pertunjukan Sastra (SPS) menggelar Bagian Bincang Sastra ke-154 yang berisi temu seniman dan budayawan se-Jogja dari berbagai generasi. Selain diskusi sastra, pendataan komunitas secara offline juga dilakukan dalam acara tersebut.
Panitia Bantul Art Festival (BAF) 2018 puas dengan penyelenggaraan kegiatan pentas seni yang terselenggara selama dua hari. Hal ini terlihat dari antusiasme warga menyaksikan kegiatan dari pembukaan hingga akhir.
Perkembangan regenerasi dunia seni pantomim di Kota Jogja berkembang sangat pesat. Taman Budaya Yogyakarta berupaya mewadahi regenerasi dunia seni pantomim dengan menggelar rangkaian acara seni dan lomba pantomim bertajuk Stand Up Mime "Dunia Anak".
Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 30 akan digelar dengan tajuk Mesemeleh mulai 29 Juli hingga 9 Agustus 2018. Berbeda dari tahun sebelumnya, FKY 30 berupaya menjadi fasilitas bagi para seniman muda yang ingin memamerkan karyanya lebih luas.
Kabupaten Kulonprogo ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Upacara Adat 2018 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Festival tersebut akan dilangsungkan pada Minggu (22/7/2018).
Ratusan pelajar perwakilan dari enam provinsi beradu kemampuan olah seni budaya dalam perhelatan Duta Seni Pelajar Nusantara (DSPN) 2018 yang berlangsung di Yogyakarta dari Selasa (17/7/2018) hingga Jumat (20/7/2018). Event berbentuk festival tanpa kompetisi itu bertujuan untuk mengurangi kesenjangan pelajar antar provinsi terutama Jawa dan Bali.
Dalam pementasan perihal rasa kehilangan akibat kematian orang terkasih itu, Ria bahkan mengemas sosok penjemput nyawa menjadi lebih bisa diterima anak-anak.
Komunitas Gayam 16, PKKH UGM dan Dinas Kebudayaan DIY tahun ini kembali bersinergi dalam penyelenggaraan Yogyakarta Gamelan Festival yang ke-23.
Seniman-seniman dibebaskan berkarya sesuai ide dan kreativitas masing-masing, dengan tetap mengandung unsur batik.