Apakah Penderita Diabetes Harus Stop Konsumsi Pemanis Buatan? Simak Penjelasannya di Sini
Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Metabolik dan Diabetes Fatimah Eliana Taufik mengatakan hingga saat ini pemanis buatan yang beredar di Indonesia.
Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Metabolik dan Diabetes Fatimah Eliana Taufik mengatakan hingga saat ini pemanis buatan yang beredar di Indonesia.
Mengonsumsi makanan manis secara berlebihan yang tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan buruknya gaya hidup dapat memicu terjadinya gejala awal diabetes.
Bukan hanya sering buang air kecil, ini gejala unik diabetes yang dialami perempuan.
Baru-baru ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis data terkait kasus diabetes pada anak, yang meningkat 70 kali lipat sejak 2010.
Jumlah orang dewasa usia 15 tahun ke atas yang mengidap penyakit diabetes melitus di Kota Jogja meningkat sejak beberapa tahun terakhir.
Orang tua diingatkan agar menghindarkan anak mengonsumsi makanan cepat saji untuk mencegah risiko terkena diabetes.
Selama ini banyak orang yang beranggapan dengan mengurangi konsumsi gula saja dapat mencegah penyakit diabetes. Padahal, ada makanan lain yang perlu dihindari.
International Diabetes Federation pada tahun 2021 lalu mengungkap, penderita diabetes di dunia mencapai angka 537 juta.
Di Indonesia, jumlah penderita diabetes terus meningkat dari 10,7 juta pada tahun 2019 menjadi 19,5 juta pada tahun 2021.
Perlu waspada bila seseorang merasa gatal di kulit namun tak ada penyebab yang jelas. Sebab, bisa jadi hal itu merupakan gejala diabetes.