Mobil Listrik Dinilai Cocok untuk Ibu Kota Baru, Pemerintah Diminta Percepat Penggunaannya
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai kendaraan listrik cocok digunakan untuk calon Ibu Kota Negara di Kalimantan.
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai kendaraan listrik cocok digunakan untuk calon Ibu Kota Negara di Kalimantan.
Kementerian Perindustrian menyatakan ada perusahaan yang hendak berinvestasi mengembangkan baterai cell untuk kendaraan listrik. Nilainya ditaksir lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun.
Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah insentif untuk kendaraan listrik, mulai dari keringanan aturan ganjil genap serta pengurangan tarif parkir. Saat ini, aturan turunan dari Perpres kendaraan listrik masih disiapkan.
Bahan bakar ramah lingkungan, Biofuel, dapat menjadi alternatif mengembangkan listrik sebagai tenaga penggerak kendaraan. Apalagi Indonesia memiliki keunggulan di bidang biofuel.
PT PLN (Persero) mulai mengadakan lelang untuk pengadaan stasiun pengisian listrik umum daya cepat atau fast charging yang diikuti sejumlah vendor dengan teknologi terbaru dari luar negeri. Tepatnya, Eropa dan Korea Selatan.nnĀ
Indonesia diharapkan sudah mampu memproduksi mobil listrik sendiri pada 2025. Hal itu diungkapkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.
Pemerintah diharapkan menjadi pionir penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air untuk mengedukasi dan membangun kesadaran konsumen. Sarana prasarana penunjang untuk memfasilitasi kendaraan ramah lingkungan pun seharusnya dimulai dengan pembangunan infrastruktur, pembangkit energi yang ramah lingkungan hingga ragam moda transportasi.
Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta berencana memproduksi moda transportasi listrik berupa becak kayuh bertenaga penguat pada tahun 2023