Gerakkan Literasi dari Pinggir Kali
Resah dengan banyaknya aksi pembuangan sampah liar ke sungai membuat Kuat, seorang seniman rupa asli Siluk, Selopamioro, Imogiri, Bantul menggagas sebuah gerakan.
Resah dengan banyaknya aksi pembuangan sampah liar ke sungai membuat Kuat, seorang seniman rupa asli Siluk, Selopamioro, Imogiri, Bantul menggagas sebuah gerakan.
Sekitar 14 tahun lalu, seorang pria bernama Indra Suryanto menggagas pendirian sebuah taman baca di Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja.
Fasilitas pojok baca di sekolah terus diupayakan keberadaanya karena dinilai mampu meningkatkan literasi anak di sekolah dari berbagai jenjang, termasuk usia dini.
Kemampuan literasi sangat ditentukan oleh kondisi perilaku anak, kondisi belajar anak, latar belakang anak, cara mengajar guru, dan lingkungan fisik, sosial, dan budaya, maka dibutuhkan model pembelajaran aktif yang memungkinkan anak berpikir secara kreatif dan eksploratif, membangun sendiri pengetahuannya dari berbagai macam kegiatan belajar mengajar yang dialami.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bersama dengan Perpustakaan Kabupaten Bantul menggelar kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) bertajuk Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat. Dalam acara tersebut, pemahaman literasi di lingkungan masyarakat dan ketersediaan buku perlu terus ditingkatkan.
Di tengah situasi yang serba tidak pasti bukanlah suatu halangan bagi Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (ALUS) untuk menggalakkan inovasi new branding literasi.
Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap kunjungan warga ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantul. Perpusda Bantul mencatat terjadinya penurunan kunjungan warga ke tempat tersebut selama pandemi.
Buku adalah jendela dunia. Sayangnya hingga kini masih banyak kalangan yang susah mengakses buku. Hal itulah yang menjadi spirit Komunitas Akar Rumput untuk selalu mengajak masyarakat mendistribusikan buku secara merata ke seluruh pelosok negeri.
Pemerintah mendorong tumbuhnya budaya membaca melalui peningkatan akses perpustakaan. Rendahnya budaya membaca di Tanah Air disinyalir karena terbatasnya akses terhadap buku.
Pengelola Perpustakaan Sari Ilmu di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo kesulitan meningkatkan minat baca di kalangan warga meski sejumlah upaya sudah dilakukan seperti membuat kegiatan sampingan dan menempatkan pojok baca di area kolam renang.