OPINI: Sudah Pulihkah Ekonomi Kita?
Kini saatnya kita mencari akar masalah penyakit 'growth without equity di negeri ini, tidak hanya fokus menangani keseimbangan aspek kesehatan dan pertumbuhan ekonomi.
Kini saatnya kita mencari akar masalah penyakit 'growth without equity di negeri ini, tidak hanya fokus menangani keseimbangan aspek kesehatan dan pertumbuhan ekonomi.
Tahun ini Indonesia memeringati Hari Kemerdekaan yang ke-76. Meski secara yuridis formal bangsa kita telah merdeka dan berdaulat, namun sesungguhnya tantangan-tantangan baru terus bergulir tiada henti sesuai perkembangan zaman. Problematika terkait dengan iklim adalah salah satunya.
Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai, terbukti memberi tekanan psikologis pekerja di Indonesia. Studi Investor Global Schroders 2021 menyebutkan 73% pekerja ingin pensiun lebih cepat dan hanya 27% pekerja berpikir akan pensiun pada usia yang sama.
Untuk 2022 pemerintah merencanakan kebijakan fiskal yang tetap ekspansif guna mendukung penanganan Covid-19 dan akselerasi pemulihan ekonomi tetapi juga konsolidatif untuk kesinambungan APBN melalui penguatan reformasi struktural yang fokus pada reformasi sistem kesehatan, perlindungan sosial, dan pendidikan.
Secara umum, hukum internasional melarang suatu negara atau pihak asing lainnya untuk campur tangan dalam urusan negara lain. Apalagi jika campur tangan atau intervensi tersebut sampai mengganggu kedaulatan negara lain.
Pemerintah perlu menargetkan strategi promosi investasi di sektor dan proyek, termasuk proyek infrastruktur yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi sumber penciptaan pekerjaan kelas menengah.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyebut pandemi Covid-19 yang tak kunjung terkendali membuat kualitas pendidikan di wilayah setempat menurun, karenanya kualitas pembelajaran harus ditingkatkan.
Ingar bingar masa penerimaan mahasiswa baru sudah selesai, segera berganti dengan hari-hari pertama bagi mahasiswa baru di banyak kampus.
Perlu diperhatikan bahwa kebijakan memperpanjang program restrukturisasi kredit perlu diiringi upaya memitigasi risiko.
Berbicara mengenai pelanggan (customer), seharusnya tidak hanya terbatas pada pemenuhan kepuasan (satisfaction). Namun demikian, memberikan pengalaman (experience) yang melebihi harapan pelanggan juga merupakan isu yang penting dalam ilmu bisnis.