Revolusi Industri 4.0 Menjadi Pisau Bermata Dua Bagi SDM Indonesia di Era Pandemi
Revolusi Industri 4.0 Menjadi Pisau Bermata Dua Bagi SDM Indonesia di Era Pandemi
Revolusi Industri 4.0 Menjadi Pisau Bermata Dua Bagi SDM Indonesia di Era Pandemi
Perkembangan dunia usaha di Indonesia semakin kuat menuju ke arah e-commerce pada masa pandemi Covid-19. Kondisi pandemi Covid-19 memaksa masyarakat mengurangi mobilitas sehingga memberikan dorongan kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk melahirkan inovasi baru.
Akhir bulan Desember 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) menerbitkan hasil survei yang berjudul Indeks Kebahagiaan 2021 (Kamis, 30/12/21).
Kampanye positif tentang peran industri sawit pada ekonomi, pengembangan wilayah, pengentasan kemiskinan dan lainnya perlu lebih gencar dilaksakana agar efektif dan tepat sasaran.
Literasi keuangan serta digitalisasi menjadi gaya hidup masyarakat yang saling melengkapi dan bersahabat.
Fokus hilirisasi saat ini adalah pada industri berbasis bahan tambang dan mineral (feronikel), migas dan batu bara, serta agro (sawit). Pada hilirisasi berbasis bahan tambang dan mineral difokuskan pada program pengembangan industri smelter.
Sesuai dengan salah satu legal character atas cukai yaitu discrimination in intent (tujuan pemungutannya), cukai tidak hanya semata mata dijadikan sebagai sumber penerimaan negara.
We are not all in the same boat. We are all in the same storm. Some are on super-yachts. Some have just the one oar (Damian Barr–The Wall Street Journal 30 Mei 2020).
Kasus Covid-19 di Indonesia sudah menunjukkan tren menurun. Namun demikian jangan lengah sebab Corona belum musnah.
Di tengah masyarakat dan para penyitas bencana yang sedang melakukan pemulihan (recovery) pasca Erupsi Semeru, publik diusik oleh fenomena sosial yang benar-benar tidak berkaitan dengan penanganan bencana.