Ambulans Milik Gerakan Reformis Islam Berisi Busur & Bambu Runcing
Polri menyita satu ambulans milik Gerakan Reformis Islam atau Garis saat terjadi ricuh pada aksi 22 Mei.Ambulans itu berada di Belakang Gedung Bawaslu.
Polri menyita satu ambulans milik Gerakan Reformis Islam atau Garis saat terjadi ricuh pada aksi 22 Mei.Ambulans itu berada di Belakang Gedung Bawaslu.
Polri menangkap 441 orang tersangka provokator dalam aksi rusuh 21-22 Mei 2019 di sejumlah titik di DKI Jakarta.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebagian besar anak-anak yang terlibat dalam kerusuhan 22 Mei pamit kepada orang tuanya untuk ikut buka bersama,
Lelaki bersorban hijau yang mengancam membunuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinasi Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, diringkus polisi. Ancaman itu direkam dalam video yang kemudian viral di medsos.
Aksi 22 Mei beberapa hari lalu sempat tegang setelah buka puasa. Ketegangan berlanjut sampai dini hari sebelum situasi Jakarta benar-benar pulih.
Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jumat (24/5/2019) siang. Habibie mengaku datang ke Istana Merdeka untuk mengucapkan selamat kepada Jokowi.
Mabes Polri menjelaskan prosedur penggunaan peluru tajam saat menghadapi kerusuhan aksi massa menyusul penemuan peluru tajam pada salah satu mobil Brimob saat aksi 22 Mei 2019 di Slipi, Jakarta Barat.
Aktivis Lintas Kalangan Jogja turut merespons aksi 22 Mei di Jakarta yang ricuh dan banyak menimbulkan kerugian. Para aktivis itu mendesak aparat keamanan untuk mengusut para dalang pembuat rusuh di aksi tersebut.
Aparat kepolisian mulai mengendalikan kondisi di Jalan MH Thamrin yang menjadi lokasi kerusuhan.
Polda Metro Jaya akhirnya angkat bicara mengenai layanan pesan instan Whatsapp yang dibatasi oleh Menkominfo selama aksi 22 Mei digelar di DKI Jakarta.