Pantai Bantul Dihantam Gelombang Tinggi, Dinas Pariwisata: Tetap Aman untuk Wisata
Kondisi gelombang tinggi di sepanjang pantai Bantul beberapa waktu lalu dinilai tak memengaruhi jumlah kinjungan wisatawan.
Kondisi gelombang tinggi di sepanjang pantai Bantul beberapa waktu lalu dinilai tak memengaruhi jumlah kinjungan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan program penataan kawasan pantai sudah dilakukan beberapa tahun lalu dengan sasaran di Kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari.
Menyikapi soal penataan kawasan pantai menyusul adanya gelombang tinggi yang melanda kawasan pantai Gunungkidul, Sabtu (16/7/2022) lalu, pengelola wisata mengaku sudah paham akan resikonya.
Relokasi pelaku usaha di pantai di Bantul selalu gagal. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sudah menyosialisasikan bahwa 200 meter dari sempadan pantai selatan tidak boleh untuk aktivitas usaha.
Ubur-ubur sudah mulai terlihat di kawasan pantai Gunungkidul sejak Sabtu (9/7/2022). Hingga kini, tercatat sudah 14 wisatawan menjadi korban hewan yang biasa disebut impes itu.
SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY mengimbau kepada pengunjung untuk mewaspadai serangan ubur-ubur.
Penyelenggaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) Voli Pantai di Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari mendongkrak okupansi penginapan di sekitar lokasi event.
Kerusakan Posko SAR tidak hanya terjadi di Pantai Krakal di Kapanewon Tanjungsari. Pasalnya, pos di Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo juga butuh dibangun ulang.
Talut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pantai Baron jebol karena abrasi.
Dinas Pariwisata Gunungkidul memindah dua pos tempat pemungutan retribusi (TPR) di kawasan pantai. Pemindahan dilakukan karena pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).