Pelaku UMKM Penting Mencatat Keuangan. Ini Alasannya ...
Para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) turut terpukul dengan adanyapandemi Covid-19. Untuk bisa bertahan dalam kondisi ini, para pelaku usaha harus melakukan berbagai strategi.
Para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) turut terpukul dengan adanyapandemi Covid-19. Untuk bisa bertahan dalam kondisi ini, para pelaku usaha harus melakukan berbagai strategi.
Perencanaan keuangan menilai masyarakat perlu memeriksa kondisi kesehatan keuangannya dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tidak memiliki waktu kepastian akan berakhir.
Pemerintah telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mewajibkan masyarakat untuk beraktivitas di rumah, termasuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Di masa pandemi Corona, kemampuan mengatur keuangan sangat dibutuhkan. Jika memiliki dana darurat, bisa digunakan untuk biaya hidup hingga kondisi kembali normal. Namun bagaimana jika tidak memiliki dana darurat?
Dana darurat dengan jumlah tiga hingga enam kali pendapatan bulanan sangat penting untuk dimiliki ditengah pandemi Covid-19 ini.
Kebutuhan mendadak memang bisa saja terjadi tiba-tiba. Misalnya karena sakit atau kecelakaan.
Pernyataan ini seakan menjadi penegasan karut marut yang dihadapi oleh profesi auditor. Salah satu gong kasus yang melibatkan auditor adalah terungkapnya main mata manajemen dan auditor dalam audit laporan PT. Garuda Indonesia,Tbk. Sanksi keras dan tegas sudah dijatuhkan dengan pencabutan ijin sementara atas Akuntan Publik yang menjadi auditor di Garuda Indonesia.
Kesejahteraan karyawan unit usaha yang dikembangan badan usaha milik desa (BUM-Des) di wilayah Bantul masih memprihatinkan.
Tunjangan hari raya (THR) masih akan diterima tiga bulan lagi. Namun, banyak dari kita sudah merencanakan wishlist barang-barang dari uang THR atau bonus yang akan didapatkan. Jauh-jauh hari sudah mempersiapkan baju dan celana apa yang akan dibeli pada saat hari raya Idul Fitri mendatang. Sepertinya dorongan untuk membeli barang-barang tersebut yang sebenarnya tidak dibutuhkan lebih kuat dibandingkan untuk keperluan lainnya.
Ragam jasa di era digital kian beragam. Bisnis kelolaan nasabah kaya atau wealth management dinilai sebagai bisnis yang mulai menjanjikan yang akan mendorong pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) bank.