Melonjak Dalam Sehari, Positif Covid-19 di Sleman Sentuh Angka 986 Kasus! Ini Datanya
Kasus Covid-19 di Sleman melonjak dalam sehari.
Kasus Covid-19 di Sleman melonjak dalam sehari.
Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Dedi Rosadi memperkirakan persebaran infeksi Covid-19 di Indonesia akan berakhir pada pertengahan Februari 2021 dengan total kasus konfirmasi positif minimal 322.000 penderita.
Meski beberapa penularan Covid-19 telah ditemukan di perkantoran, Pemda DIY tidak menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah secara keseluruhan. Meski demikian, bagi kantor yang tidak memungkinkan untuk menerapkan protokol Kesehatan, diimbau untuk sebaiknya WFH.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tetap melakukan perkuliahan tatap muka secara terbatas dengan memperketat penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kuliah tatap muka ini sudah berlangsung sejak 14 September lalu. Dosen yang tidak mengenakan masker akan menerima pemotongan gaji, sedangkan mahasiswa akan didenda.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 22 penambahan kasus positif pada Kamis (24/9/2020). Penambahan kasus ini hanya dari dua domisili, yakni Sleman 20 kasus dan Kota Jogja 2 kasus. sementara 18 kasus dinyatakan sembuh dan tiga kasus dilaporkan meninggal.
Angka positive rate atau persentase orang yang memiliki hasil tes positif Covid-19 dibandingkan jumlah orang yang dites di DIY meningkat.
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta mencatat jumlah pelanggar terbanyak dari operasi penertiban penerapan protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker di tempat umum, adalah anak muda.
Pemda DIY disarankan membatasi aktivitas sosial guna menekan pengendalian Covid-19.
Tidak semua pasien yang berstatus OTG Positif, termasuk karyawan dan tenaga kesehatan (Karkes), menjalani karantina di Asrama Haji. Padahal Bupati Sleman Sri Purnomo berharap agar seluruh OTG positif atau asimtomatik menjalani masa karantina di Asrama Haji.
Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Dinas Kesehatan DIY dilaporkan meninggal setelah dinyatakan positif Covid-19, pada Rabu (23/9/2020), di RSUP Sardjito pukul 09.57 WIB. Almarhum tercatat sebagai Kasus 1.819, laki-laki 50 tahun, berdomisili Sleman.