Pemda Berencana Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19 di DIY, Ini Alasannya
DIY hingga kini masih menjalani masa tanggap darurat Covid-19.
DIY hingga kini masih menjalani masa tanggap darurat Covid-19.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Coronavirus Disease (Covid-19) Bantul mengumumkan terjadi penambahan kasus positif Covid-19 per 28 Juli ini sebanyak empat orang. Dari empat orang tersebut satu di antaranya adalah petugas kesehatan.
Soal penuhnya kapasitas laboratorium covid-19, Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan hal tersebut terjadi sebagai konsekuensi semakin masifnya tracing kontak kasus positif dan perubahan metode skrining yang tadinya melalui Rapid Diagnostic Test (RDT) dulu baru kalau reaktif diswab, menjadi langsung swab.
Jumlah pasien positif Covid-19 di Gunungkidul bertambah enam kasus pada Selasa (28/7/2020). Adanya tambahan ini maka total kasus hingga sekarang mencapai 102 warga yang terinfeksi virus Corona.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 15 penambahan kasus positif pada Selasa (28/7/2020). Skrining petugas Kesehatan mendominasi penambahan ini. Sementara enam kasus dinyatakan sembuh dan dua kasus dilaporkan meninggal.
Kabupaten Sleman dan Bantul kini paling banyak ditemukan kasus Covid-19 di DIY.
Kecamatan Cangkringan, Sleman akhirnya pecah telur setelah selama empat bulan nihil ditemukan kasus Covid-19 sejak Maret 2020.
Warga Bantul dan Sleman terus mendominasi penambahan kasus baru Covid-19 di DIY.
Masifnya swab massal yang dilakukan sejumlah Pemkab di DIY menyebabkan penumpukan sampel uji swab di lima laboratorium. Kondisi tersebut berdampak pada lamanya hasil uji swab suspect Covid-19.
Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan melakukan tes swab massal di sejumlah Pondok Pesantren. Pelaksanaan tes swab massal pertama dijadwakan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman pada Rabu (29/7/2020).